Touring Bernuansa Spiritual, Wali Kota Kediri Gandeng Gus Iqdam dan Komunitas Kelas Malam

Bagikan Berita :

KEDIRI — Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memanfaatkan akhir pekan dengan pendekatan yang tak biasa: memadukan aktivitas komunitas motor dengan wisata religi. Pada Minggu (19/4/2026), ia bersama Gus Iqdam dan Komunitas Kelas Malam memulai rangkaian kegiatan dari Jalan Stasiun Kota Kediri, diawali ziarah ke makam Syekh Al Wasil Syamsudin.

Ziarah tersebut menjadi pembuka kegiatan yang sarat pesan spiritual sekaligus simbol penghormatan terhadap ulama penyebar Islam di Kediri. Sebelum prosesi dimulai, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Vinanda itu menyapa peserta dan mengapresiasi tingginya antusiasme, termasuk kehadiran tamu dari berbagai daerah.

Ia juga menyoroti peran Gus Iqdam dalam menginisiasi kegiatan yang dinilai mampu menghadirkan wajah baru komunitas motor. Menurutnya, aktivitas ini tidak sekadar touring, tetapi mengandung nilai refleksi dan kebersamaan.

“Selama ini komunitas motor sering dipersepsikan negatif. Melalui kegiatan seperti ini, kita melihat sisi lain yang lebih tertib, religius, dan membawa manfaat,” ujarnya.

Vinanda menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan penguatan program Kediri City Tourism, khususnya dalam mengembangkan wisata berbasis religi dan budaya lokal. Momentum ini, kata dia, menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi spiritual Kota Kediri.

Usai ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sabilu Taubah dalam kegiatan riding bersama. Suasana perjalanan berlangsung kondusif, mencerminkan kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan komunitas.

Di tengah kegiatan, Wali Kota mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas. Ia menekankan bahwa kegiatan komunitas harus tetap mengedepankan keselamatan dan menghormati pengguna jalan lain.

Pesan serupa disampaikan Gus Iqdam. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan, sekaligus menjadi contoh bahwa komunitas motor dapat berperan positif di tengah masyarakat.

“Komunitas ini harus bisa menunjukkan bahwa kebersamaan bisa diarahkan pada hal yang baik, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama perjalanan agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah, ulama, dan komunitas diharapkan semakin kuat. Lebih dari itu, pendekatan yang menggabungkan unsur religi dan komunitas dinilai menjadi strategi efektif dalam membangun citra positif sekaligus memperkuat identitas Kota Kediri sebagai destinasi wisata spiritual.

Bagikan Berita :