KEDIRI — Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, meninjau langsung progres rehabilitasi gedung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri yang rusak akibat kerusuhan pada Agustus 2025 lalu. Hasilnya, pembangunan kini telah mencapai 68 persen dan ditargetkan mulai difungsikan kembali pada Juni 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Mas Dhito sapaan akrabnya mengungkapkan optimisme terhadap percepatan pekerjaan yang dinilai berjalan sesuai rencana.
“Progresnya sudah 68 persen. Estimasi dari pelaksana, bulan Juni sudah bisa mulai difungsikan,” ujarnya.
Meski proses pembangunan masih berlangsung, ia memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh bergantung pada kondisi fisik bangunan semata.
“Yang paling penting bukan soal bangunan. Tanpa atau dengan bangunan, pelayanan harus tetap berjalan,” tegasnya.
Terkait kualitas hasil pembangunan, Mas Dhito mengaku belum dapat memberikan penilaian menyeluruh. Ia menekankan evaluasi akan dilakukan setelah pekerjaan rampung sepenuhnya, dengan harapan seluruh proses telah memenuhi ketentuan perundang-undangan.
“Penilaian akhir tentu nanti setelah selesai. Harapannya semua sudah sesuai aturan,” imbuhnya.
Ia juga mengapresiasi percepatan pembangunan yang dinilai signifikan. Dalam waktu sekitar enam bulan sejak dimulai pada November 2025, struktur gedung telah kembali berdiri.
Selain progres fisik, perhatian juga diberikan pada aspek keselamatan. Mas Dhito menekankan pentingnya kelengkapan sistem keamanan, seperti jalur evakuasi darurat (emergency exit) dan instalasi pemadam kebakaran.
“Sekarang sudah dilengkapi sistem pemadam. Ini penting untuk mencegah risiko ke depan,” jelasnya.
Usai meninjau gedung utama, Bupati Kediri dijadwalkan melanjutkan pengecekan ke gedung Sekretariat Daerah (Setda) guna memastikan progres berjalan sesuai target.
Sementara itu, perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Nindya Karya, Feri Kurniawan, menyampaikan bahwa progres pembangunan gedung utama maupun Setda telah mencapai angka yang sama, yakni 68 persen.
“Progres keduanya sudah 68 persen. Kami terus percepat agar sesuai target,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelesaian fisik ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026. Adapun pemanfaatan gedung secara fungsional direncanakan mulai awal Juni 2026, sesuai kontrak kerja.
Terkait kendala, Feri memastikan tidak ada hambatan signifikan dalam pelaksanaan proyek saat ini. Persoalan awal, terutama terkait desain, disebut telah terselesaikan.
“Sekarang sudah tidak ada kendala. Pekerjaan berjalan sesuai jadwal,” pungkasnya.









