Santunan anak yatim piatu (Wildan Wahid Hasyim)

Peringati Hari Jadi, Pemkab Kediri Gelar Santunan dan Buka Puasa Bersama 1.222 Anak Yatim

Bagikan Berita :

KEDIRI — Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Ramadan Berbagi dengan menyantuni 1.222 anak yatim se-Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 dan berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kamis (27/2/2026).

Selain penyerahan santunan, acara juga diisi dengan buka puasa bersama yang menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Ratusan anak yatim tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri Mahsum, jajaran kepala OPD, para camat, serta pendamping anak yatim dari berbagai desa di Kabupaten Kediri.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa yang mewakili Bupati Kediri menyampaikan bahwa Ramadan Berbagi merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang secara konsisten dilaksanakan setiap bulan suci.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari jadi daerah, tetapi juga wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan dan masa depan anak-anak yatim.

“Setidaknya sore hari ini kita bisa menghadirkan senyum di wajah anak-anak kita. Mas Bupati berpesan agar anak-anak tetap giat belajar, taat beribadah, dan tidak pernah berhenti berdoa,” ujarnya di hadapan para penerima santunan.

Ia juga memohon doa dari anak-anak yatim agar Kabupaten Kediri senantiasa diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan dalam mewujudkan daerah yang berbudaya serta sejahtera. Dewi Maria Ulfa meyakini doa anak yatim memiliki keistimewaan tersendiri dan menjadi harapan bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Dalam sesi wawancara seusai acara, ia menegaskan bahwa program serupa akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah daerah sengaja memilih momentum Ramadan karena dinilai memiliki nilai keberkahan dan semangat kepedulian sosial yang lebih kuat.

“Harapannya, anak-anak yatim tidak merasa sendiri. Mereka harus tahu bahwa masih banyak yang peduli terhadap masa depan mereka. Pemerintah daerah juga terus membuka akses beasiswa agar mereka dapat menggapai cita-cita,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Kediri Mahsum dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya perhatian terhadap anak yatim dan janda sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman. Ia menekankan bahwa santunan bukan semata soal bantuan materi, tetapi juga bentuk dukungan moral agar anak-anak yatim tumbuh dengan rasa percaya diri dan harapan.

“Anak-anak jangan hanya bangga karena disantuni, tetapi kelak harus berjuang agar bisa menjadi orang yang menyantuni,” pesannya.

Apresiasi juga disampaikan salah satu pendamping anak yatim, Kholil dari Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem. Ia menilai kegiatan Ramadan Berbagi sangat membantu dan membawa manfaat langsung bagi anak-anak yatim di desa.

“Kami merasa senang dan terbantu. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun dan semakin tertib dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Melalui Ramadan Berbagi, Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Momentum peringatan Hari Jadi ke-1222 pun dimaknai tidak sekadar sebagai seremoni, melainkan sebagai refleksi untuk terus memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :