foto : Wildan Wahid Hasyim

PT. Elaine Karya Abadi Belum Rampungkan Sesuai Jadwal, Pemkab Kediri Pastikan Pembangunan Pasar Ngadiluwih Prioritaskan Kualitas

Bagikan Berita :

KEDIRI – Proyek pembangunan Pasar Ngadiluwih di Kabupaten Kediri mengalami keterlambatan dari target waktu yang telah ditetapkan. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan bahwa proses pembangunan tetap berjalan dan kini memasuki tahap evaluasi secara menyeluruh sebelum disampaikan secara terbuka kepada publik.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan pihaknya berencana mengundang seluruh insan media untuk memaparkan secara resmi perkembangan terbaru proyek tersebut. Langkah ini diambil agar informasi yang diterima masyarakat bersifat utuh, seragam, dan tidak menimbulkan spekulasi.

“Untuk progres pembangunan pasar, rencananya kami akan mengumpulkan rekan-rekan media untuk ekspos. Saat ini masih dalam tahap evaluasi. Nanti akan kami sampaikan secara resmi, mohon bersabar,” ujar Tutik.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ekspos tersebut masih menyesuaikan dengan agenda Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang saat ini belum berada di Kediri. Rencananya, kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan agenda inspeksi mendadak (sidak) harga pasar yang dijadwalkan pada Jumat mendatang.

“Dari dinas, kami ingin menyampaikan informasi secara bersamaan kepada seluruh media agar tidak terjadi perbedaan persepsi. Namun, momennya masih menunggu Mas Bup kembali ke Kediri,” imbuhnya.

Tutik juga menegaskan bahwa Pasar Ngadiluwih merupakan fasilitas publik, sehingga masyarakat tetap diperbolehkan untuk melihat langsung progres pembangunan di lokasi kapan saja.

Sementara itu, Konsultan Manajemen Konstruksi Pembangunan Pasar Ngadiluwih, Hadi Wiyono, menjelaskan bahwa keterlambatan proyek tidak serta-merta dapat dinilai sebagai kegagalan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari upaya pengendalian mutu agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Hadi menyebutkan, Pasar Ngadiluwih dirancang tidak hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya lokal. Konsep tematik wayang diusung sebagai simbol kearifan lokal Kediri.

“Konsep wayang ini menjadi identitas budaya. Seperti Yogyakarta yang memiliki Tugu Jogja, kami berharap Pasar Ngadiluwih bisa menjadi episentrum baru yang dikenal luas, sejalan dengan semangat Kediri Berbudaya,” jelasnya.

Terkait keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, Hadi menuturkan bahwa secara regulasi, kontraktor masih memiliki peluang untuk memperoleh perpanjangan waktu, dengan konsekuensi dan kompensasi yang telah diatur dalam ketentuan kontrak.

“Dalam aturan, kontraktor masih diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan yang melewati batas waktu kontrak, tentu dengan konsekuensi tertentu. Itu merupakan hak dan kewajiban yang sudah diatur,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab keterlambatan adalah adanya pembongkaran ulang terhadap beberapa bagian bangunan yang dinilai belum memenuhi standar kualitas.

“Ada komponen yang sudah terpasang, namun mutunya belum sesuai. Saya minta dibongkar dan diperbaiki. Itu bagian dari tugas saya sebagai konsultan agar kualitas bangunan terjamin dan berumur panjang,” tegasnya.

Selain mengedepankan kualitas konstruksi, Pasar Ngadiluwih juga dirancang dengan sistem pengelolaan limbah dan keamanan berbasis teknologi. Limbah pasar nantinya akan ditampung dalam tangki khusus dan diuji secara berkala sebelum dibuang, guna memastikan tidak mencemari lingkungan.

Dari sisi keamanan, pasar ini akan dilengkapi sistem CCTV berbasis metadata yang mampu mendeteksi wajah, menghitung jumlah pengunjung secara real time, hingga memantau kendaraan yang keluar masuk area pasar. Sistem ini diharapkan dapat menekan potensi tindak kriminal serta meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi.

“Keamanan dirancang sangat ketat. Bahkan jika terdapat DPO, sistem dapat mendeteksi dan memunculkan alarm. Seluruh kendaraan juga akan terdata,” jelas Hadi.

Sebagai langkah mitigasi kebakaran, pasar ini turut dilengkapi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berbasis nitrogen gas, yang dinilai lebih aman bagi barang dagangan dibandingkan sistem hidran konvensional.

Di sisi lain, perwakilan kontraktor pelaksana dari PT Elaine Karya Abadi, Mirza, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan resmi terkait proyek tersebut karena masih menunggu arahan dari pimpinan perusahaan.

Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan Pasar Ngadiluwih dapat mulai beroperasi pada tahun ini, sesuai arahan Bupati Kediri, dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan, nilai budaya, serta keberlanjutan jangka panjang.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :