KEDIRI – Upaya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat terus digencarkan. Polres Kediri meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ketiga yang berlokasi di lingkungan Mapolsek Kandat, Kabupaten Kediri, Rabu (22/4/2026).
Peresmian fasilitas yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari ini dipimpin langsung Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, didampingi unsur Forkopimcab Kandat, mulai dari camat, danramil, hingga perwakilan sekolah dan kelompok rentan penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bramastyo menegaskan, keberadaan SPPG merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional di sektor pemenuhan gizi. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak, menekan angka stunting, sekaligus mempersiapkan generasi yang lebih unggul.
“SPPG ini menjadi yang ketiga di wilayah Polres Kediri, setelah sebelumnya beroperasi di Polsek Plemahan pada Oktober 2025 dan Polsek Plosoklaten pada Januari 2026,” ujarnya.
Meski baru diresmikan, SPPG Kandat telah beroperasi sejak 13 April 2026 dan pada tahap awal mampu melayani sekitar 1.100 penerima manfaat. Sasaran program mencakup pelajar dari tingkat TK hingga SMA, serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dari sisi fasilitas, SPPG Kandat dibangun di atas lahan seluas 1.306 meter persegi dengan bangunan berukuran 20 x 20 meter atau sekitar 400 meter persegi. Seluruh desain dan standar operasional mengacu pada ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Operasional SPPG didukung tenaga profesional yang telah melalui proses seleksi ketat, terdiri dari kepala satuan, ahli gizi, akuntan, serta 47 relawan. Seluruh personel dipastikan dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.
Kapolres menekankan, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama. Pengawasan dilakukan secara ketat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pengujian kelayakan makanan oleh tim kesehatan.
“Mulai dari bahan baku, proses memasak, hingga distribusi harus higienis dan aman. Kesehatan relawan juga menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas makanan,” katanya.
Program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok 3B yang dinilai berperan krusial dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Bramastyo turut mengapresiasi sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tenaga pendidik, hingga masyarakat yang terlibat dalam pembangunan dan operasional fasilitas tersebut.
Ia berharap keberadaan SPPG dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.
“Ini bentuk investasi untuk masa depan anak-anak kita. Harapannya, program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.









