KEDIRI – Warga Kediri patut bersiap, pembangunan Jembatan Kaliombo 1 di Jalan Urip Sumoharjo bakal lebih cepat dari perkiraan! Informasi terbaru dari Oski Ardianto, Pengawas Lapangan PPK 2.1 Provinsi Jawa Timur, mengungkapkan proyek yang semula dijadwalkan tujuh bulan kini bisa selesai empat sampai lima bulan, bahkan berpotensi lebih cepat bila semua berjalan lancar.
“Kami optimistis percepatan bisa terwujud, namun kualitas tetap menjadi prioritas. Beton tetap harus sesuai standar konstruksi,” jelas Oski, Kamis (04/06) malam.
Salah satu strategi percepatan adalah mempercepat proses perkerasan beton dan potensi pengerjaan 24 jam nonstop, meski masih menunggu lampu hijau dari pimpinan. “Koordinasi teknis dengan tim ahli di Surabaya sedang berlangsung. Semua demi mempercepat selesainya jembatan ini,” imbuhnya.
Meski kabar percepatan menggembirakan, warga terdampak proyek justru mengeluh. Ketua LMPK Kaliombo, Tri Widodo, menyayangkan minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dan belum terealisasinya kompensasi. Dari total pekerja proyek, hanya lima warga setempat yang dilibatkan. Rinciannya, tiga orang bekerja di proyek menerima Rp100 ribu/hari, sedangkan dua relawan pengatur lalu lintas dibayar Rp500 ribu/hari.
“Kami sudah mengusulkan kompensasi untuk warga terdampak, tapi sepertinya belum terealisasi,” ungkap Tri Widodo.
Dengan proyek yang dipercepat, pertanyaan besar kini muncul: apakah percepatan ini sebanding dengan manfaat warga lokal? Dan bagaimana nasib kompensasi yang hingga kini masih abu-abu? Kedepannya, publik menunggu kepastian dari pemerintah daerah terkait keterlibatan warga dan perlindungan hak mereka.



