KEDIRI — Komitmen kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar Sabtu (4/4/2026) di salah satu hotel di Kota Kediri. Forum ini menegaskan bahwa peran kader tidak cukup berhenti pada tataran wacana, melainkan harus diwujudkan dalam aksi konkret yang menjawab kebutuhan warga.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimuddin Thoha, serta jajaran pengurus dan kader PKB setempat. Muscab kali ini menghasilkan tiga nama kandidat ketua DPC, yakni Oing Abdul Muid Shohib, Afif Fachrudin Wijaya, dan Siti Aminah. Ketiganya akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan sebelum penetapan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Nama Abdul Muid Shohib, yang saat ini masih menjabat Ketua DPC PKB Kota Kediri, disebut-sebut memiliki peluang kuat untuk kembali memimpin partai di tingkat daerah.
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar melalui perwakilannya, Anik Maslachah, menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi dampak situasi global yang turut memengaruhi kondisi lokal.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar teori atau retorika, tetapi kehadiran nyata. Ketika ada persoalan, kader PKB harus hadir,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa Muscab tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk mendorong perubahan pola pikir dan gerak kader agar lebih responsif dan solutif. Keberhasilan partai, lanjutnya, tidak hanya diukur dari capaian elektoral, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha—yang akrab disapa Gus Qowim—menyampaikan bahwa partai politik memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, partai menjadi ruang lahirnya gagasan dan kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik.
“Partai politik adalah mitra penting pemerintah dalam merespons tantangan global dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan partai politik menjadi kunci agar pembangunan daerah berjalan efektif serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Usai pembukaan Muscab, Abdul Muid Shohib menyampaikan harapannya agar kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu membawa perubahan signifikan bagi PKB Kota Kediri, baik dari sisi peningkatan kursi legislatif, perolehan suara, maupun penguatan kinerja kerakyatan.
“Harapannya, PKB ke depan semakin kuat, baik secara elektoral maupun dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, dinamika internal partai juga mengarah pada penguatan struktur organisasi. Dua kandidat lain, Siti Aminah dan Afif Fachrudin Wijaya, disebut berpeluang mengisi posisi strategis sebagai bendahara dan sekretaris.
Afif menyatakan kesiapannya menerima penugasan dari partai. “Saya siap menjalankan amanah yang diberikan,” ujarnya singkat.
Muscab PKB Kota Kediri ini menjadi penanda awal konsolidasi partai dalam memperkuat peran politiknya di tingkat lokal, sekaligus merespons tantangan global dengan pendekatan yang lebih membumi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Bagikan Berita :








