KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri meluncurkan program Ronda Digital berbasis integrasi CCTV di tingkat kecamatan pada 2026. Peluncuran ini dikemas dalam agenda Ngopi Kamtibmas yang turut dihadiri Kabaharkam Polri, Komjen Pol. Karyoto.
Program tersebut menjadi terobosan dalam memperkuat sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi, sekaligus mendorong percepatan transformasi smart city yang adaptif dan berbasis data.
Camat Kota Kediri, Agus Suhariyanto, menjelaskan bahwa Ronda Digital mengintegrasikan kamera pengawas yang tersebar di berbagai titik strategis—mulai jalan protokol, kawasan permukiman, hingga fasilitas publik—ke dalam satu sistem pemantauan terpadu.
Seluruh rekaman CCTV dikonsolidasikan melalui command center guna mendukung deteksi dini serta respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan. Melalui sistem ini, setiap kecamatan dapat melakukan pemantauan langsung secara real-time yang terhubung dengan pusat kendali kota.
“Program ini lahir dari inisiatif masyarakat. Kami ingin menciptakan situasi yang aman dan terkendali dengan pendekatan yang lebih efisien. Selain ronda konvensional, kini ada ronda digital berbasis CCTV,” ujar Agus.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 1.580 unit CCTV di wilayah Kecamatan Kota, namun 642 unit di antaranya dalam kondisi rusak. Perbaikan dilakukan secara swadaya dengan melibatkan peran aktif LPMK di masing-masing kelurahan.
Berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa, pemanfaatan CCTV tersebut telah membantu mengungkap sejumlah kasus di wilayah setempat. Sistem ini juga telah diaktifkan di 17 kelurahan, dengan rencana pengembangan akses pemantauan hingga tingkat RT.
“Kami berharap warga ke depan bisa ikut memantau dari lingkungannya masing-masing, sehingga pengawasan menjadi lebih partisipatif,” tambahnya.
Ronda Digital dirancang untuk mendukung patroli keamanan selama 24 jam tanpa bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik petugas. Selain itu, sistem ini mempercepat koordinasi lintas instansi serta menyediakan data rekaman yang dapat dimanfaatkan untuk evaluasi maupun penegakan hukum.
Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa program ini mencerminkan kolaborasi antara teknologi dan nilai gotong royong masyarakat.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Ronda Digital ini bukan sekadar program, tapi bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan budaya ronda yang sudah ada,” ujarnya.
Ia menambahkan, integrasi CCTV memungkinkan warga memantau kondisi lingkungan secara langsung dari rumah, sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan.









