KEDIRI – Program khitan gratis yang digelar Kodim 0809/Kediri mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sedianya hanya menargetkan 40 peserta, kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu akhirnya diikuti 51 anak dari wilayah Kediri Raya.
Khitan massal bertajuk khitan bahagia tersebut berlangsung di Makodim 0809/Kediri, Rabu (26/8). Kegiatan digelar berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kediri, Rumah Khitan dr. Taufan, serta sejumlah pihak terkait.
Selain khitan gratis, masyarakat juga mendapat layanan pengobatan gratis. Para peserta khitan pun menerima sejumlah bingkisan, mulai dari uang saku, baju, sarung, sembako, hingga bantuan lainnya. Sementara kebutuhan obat-obatan disediakan Rumah Khitan dr. Taufan.
Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan penggunaan metode laser dipilih agar anak-anak dapat lebih cepat kembali menjalani aktivitas sehari-hari setelah menjalani tindakan.
“Sehingga setelah dikhitan, mereka bisa langsung sembuh dan melaksanakan aktivitas, termasuk proses belajar mengajar, tanpa harus menunggu beberapa hari untuk masa penyembuhan,” kata Dhavid.
Menurut Dhavid, kegiatan tersebut merupakan tahap pertama. Melihat tingginya minat masyarakat, Kodim 0809/Kediri bersama para mitra berencana melanjutkan kegiatan serupa secara berkesinambungan untuk menjangkau lebih banyak warga di Kota maupun Kabupaten Kediri.
Antusiasme peserta bahkan membuat jumlah pendaftar melampaui target awal. Dari 40 anak yang ditargetkan, jumlah peserta bertambah menjadi 51 anak setelah masyarakat mendaftarkan putra mereka melalui Babinsa di wilayah masing-masing.
Dhavid menyebut masih banyak anak yang berminat mengikuti khitan gratis. Namun, jumlah peserta kali ini harus dibatasi karena keterbatasan waktu pelaksanaan.
“Kegiatan serupa akan kembali digelar dengan peserta yang lebih banyak, baik dalam rangka HUT TNI maupun momentum lainnya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum tanpa klasifikasi khusus. Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, khitan massal dinilai menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan.
“Untuk memupuk tali silaturahmi, untuk mengajarkan hidup bersih, karena khitan merupakan sunah Rasul bagi kita yang beragama Islam,” kata Dhavid.
Ketua Kadin Kabupaten Kediri, H. David T. Wahyudi mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan yatim piatu.
“Untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, terutama anak-anak yatim dan anak yatim piatu,” ujarnya.
David mengatakan tingginya respons masyarakat mendorong pihaknya untuk kembali bekerja sama dengan TNI menggelar khitan massal. Rencananya, kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan pada Desember mendatang, terutama untuk membantu keluarga kurang mampu.
Salah satu peserta, Robi Sugiharto, siswa kelas 5 SD asal Kresek, mengikuti khitan massal tersebut didampingi ayahnya, Sugeng Riyanto.
Sugeng mengaku mengetahui informasi mengenai khitan massal gratis itu dari pihak kelurahan. Setelah mengetahui adanya program tersebut, ia langsung mendaftarkan putranya untuk mengikuti khitan di Makodim 0809/Kediri.
Menurut Sugeng, program tersebut sangat membantu masyarakat. Tidak hanya memperoleh layanan khitan secara gratis, peserta juga mendapatkan uang saku dan berbagai bingkisan.
“Dengan adanya khitanan massal di Kodim ini tentunya sangat membantu. Selain gratis, juga mendapatkan uang, sembako, sarung, dan baju koko,” kata Sugeng.
Sugeng menambahkan, putranya memang sudah memiliki keinginan untuk menjalani khitan. Karena itu, ia merasa bersyukur anaknya mendapat kesempatan mengikuti program gratis tersebut.
Kegiatan khitan bahagia ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kolaborasi antara TNI, Kadin, dan sejumlah pihak diharapkan dapat terus berjalan agar manfaat program serupa bisa dirasakan lebih banyak masyarakat di Kediri.
Jurnalis: Anisa Fadila



