Jembatan Kaliombo Dikebut, Bentangan Beton Telah Tersambung, Target Aspal Akhir Agustus

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di atas bentangan beton yang perlahan menyatukan kembali harapan warga, pembangunan Jembatan Kaliombo terus menunjukkan perkembangan. Meski progres pekerjaan baru mencapai sekitar 50 persen, pelaksana proyek optimis tahapan utama, termasuk pengaspalan, dapat dilakukan lebih cepat dari jadwal kontrak.

Pelaksana proyek Jembatan Kaliombo, Sukisno, mengatakan. Sejumlah pekerjaan pokok telah diselesaikan, salah satunya pemasangan box culvert. Saat ini pengerjaan difokuskan pada pemasangan sayap jembatan, penyelesaian konstruksi bagian bawah, hingga tahap pengembalian kondisi dan finishing.

“Progres saat ini sekitar 50 persen. Masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, seperti pengembalian kondisi dan finishing,” ujar Sukisno, dikonfirmasi kemarin.

Ia menjelaskan, setelah pemasangan box culvert rampung, pekerjaan dilanjutkan dengan timbunan pilihan menggunakan material sesuai spesifikasi teknis. Tahapan berikutnya adalah pelapisan konstruksi jalan hingga proses pengaspalan.

Berdasarkan kontrak, proyek tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Desember. Namun, pihak pelaksana berupaya mempercepat pekerjaan agar masyarakat dapat segera memanfaatkan jembatan tersebut.

“Kalau sesuai kontrak pertengahan Desember. Namun kami upayakan, insyaallah akhir Agustus sudah bisa dilakukan pengaspalan,” katanya.

Seiring masuknya proyek ke tahap penyelesaian, jumlah tenaga kerja juga mengalami penyesuaian. Dari semula sekitar 15 hingga 20 pekerja, kini tersisa sekitar 11 orang yang fokus menyelesaikan pekerjaan akhir.

Sukisno mengungkapkan, tantangan terbesar selama pembangunan berada pada area aliran sungai. Kondisi medan membuat sebagian pekerjaan harus dilakukan secara manual karena alat berat tidak dapat beroperasi secara optimal.

Terkait percepatan pembangunan ini, tidak lepas dari pengawasan dilakukan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas PUPR. Disampaikan Endang Kartika Sari selaku Kepala Dinas PUPR, pihaknya berharap pekerjaan ini dilakukan percepatan namun dengan tidak mengurangi kualitas bangunan.

“Saya sudah sampaikan kepada pihak pelaksana, agar dilakukan percepatan pembangunan dan diharapkan Bulan Agustus telah selesai pengerjaannya,” jelasnya, saat awal pembangunan dihadapan perwakilan warga dan pelaksana proyek.

Sementara itu, percepatan pembangunan disambut antusias oleh warga sekitar. Salah seorang warga, Mardyah, berharap proyek segera rampung sebelum musim hujan tiba sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Saya senang kalau pembangunan ini bisa dipercepat. Harapannya jembatan segera selesai dan tidak berlarut-larut karena musim hujan sudah mulai mendekat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Kaliombo memiliki peran penting sebagai akses utama masyarakat. Selama proses pembangunan, warga harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan, mulai dari akses yang terganggu hingga kemacetan di sekitar lokasi proyek.

Mardyah mengaku usahanya sempat terdampak akibat terbatasnya akses. Bahkan, fasilitas toilet di rumahnya tidak dapat digunakan selama proses pembangunan sehingga ia harus memanfaatkan fasilitas umum di sekitar SPBU.

Meski demikian, ia berharap seluruh pengorbanan tersebut segera terbayar dengan selesainya pembangunan jembatan.

“Semoga pembangunannya cepat selesai supaya aktivitas warga kembali normal. Kami bisa berjualan lagi dengan lancar dan masyarakat lebih mudah beraktivitas,” pungkasnya.

Jurnalis: Navima Aulya Sava