KEDIRI — Inter Kediri harus mengubur ambisi menjadi juara Piala Soeratin U-17 Jawa Timur setelah kalah 1-3 dari Persebaya Surabaya dalam laga final di Stadion Brawijaya, Kediri.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Inter Kediri sebenarnya sempat berada di posisi menguntungkan. Mereka mampu membuka keunggulan lebih dulu pada babak kedua melalui Khoirul Reyhan.
Namun, keunggulan tersebut tak bertahan hingga pertandingan berakhir. Persebaya bangkit dan membalikkan keadaan lewat tiga gol yang tercipta pada paruh kedua.
Sejak menit awal, pertandingan berjalan terbuka. Kedua tim tampil agresif dan silih berganti melancarkan serangan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi ketatnya pertahanan masing-masing kesebelasan membuat skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Inter Kediri akhirnya memecah kebuntuan. Khoirul Reyhan mencatatkan namanya di papan skor melalui skema bola mati sekaligus membawa tuan rumah unggul 1-0.
Situasi mulai berubah setelah Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan hasil ketika Sebastian Pratama mencetak gol penyama kedudukan pada pertengahan babak kedua.
Skor 1-1 membuat pertandingan semakin sengit. Inter Kediri yang sebelumnya berada di atas angin justru harus menghadapi tekanan besar pada menit-menit akhir.
Momentum kemudian sepenuhnya menjadi milik Persebaya.
Pada menit ke-89, pemain bernomor punggung 10, Farentino Kevin, berhasil mencetak gol untuk membawa Persebaya berbalik unggul 2-1.
Belum sempat bangkit, Inter Kediri kembali mendapat pukulan. Pada detik-detik terakhir pertandingan, Adesta Novanto mencetak gol ketiga Persebaya sekaligus mengunci kemenangan 3-1.
Kekalahan tersebut membuat Inter Kediri harus puas mengakhiri Piala Soeratin U-17 Jawa Timur sebagai runner-up. Sementara itu, Persebaya berhak mewakili Jawa Timur pada kompetisi tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Surakarta.
Meski gagal mengangkat trofi, perjuangan Inter Kediri mendapat apresiasi dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Vinanda meminta para pemain tidak berlarut-larut dalam kekecewaan. Menurutnya, pencapaian sebagai peringkat kedua dari 68 tim merupakan hasil yang patut diapresiasi sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda.
“Untuk Inter Kediri ini bukan akhir. Masih banyak kesempatan lagi. Saya percaya kalian akan jadi pemain hebat. Hari ini jadi pembelajaran. Dari 68 tim kalian jadi juara kedua. Harus bangkit,” ujar Vinanda.
Dukungan juga datang dari Ketua PSSI Askot Kediri Tomi Ari Wibowo. Ia memastikan skuad Inter Kediri tidak akan dibubarkan setelah berakhirnya turnamen.
Menurut Tomi, performa tim sepanjang kompetisi menunjukkan adanya potensi yang masih bisa dikembangkan. Karena itu, para pemain akan tetap menjalani latihan sebagai bagian dari pembinaan sepak bola Kota Kediri.
“Kita memang secara prestasi juara dua, tapi dari segi permainan kita sudah cukup bagus. Tim ini tidak kita bubarkan, namun tetap akan berlatih untuk menyambut persiapan Porprov 2029,” kata Tomi.
Skuad tersebut, lanjut dia, diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan jangka panjang Kota Kediri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2029, terlebih Kediri akan berstatus sebagai tuan rumah.
“Ini bekal kami jadi tuan rumah di Porprov 2029 nanti,” pungkasnya.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



