45 Penyandang Disabilitas Ikut Kediri Run 2026, Ada Peserta Down Syndrome yang Curi Perhatian

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Suasana Kediri Run 2026 di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026), terasa berbeda. Di antara ribuan pelari yang memadati lintasan, 45 penyandang disabilitas turut ambil bagian dan menempuh jarak 50 meter.

Kehadiran mereka menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan Kediri Run yang memasuki tahun keempat. Untuk pertama kalinya, panitia menghadirkan kategori khusus bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya menciptakan ajang olahraga yang lebih inklusif.

Kediri Run 2026 sendiri diikuti sekitar 1.700 peserta. Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi TP PKK Kabupaten Kediri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat flag off mengatakan, jumlah peserta Kediri Run terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Menurut Dewi, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan semakin besarnya minat terhadap olahraga. Karena itu, Kediri Run diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan membangun sportivitas.

“Menambah semangat kebersamaan, sportivitas, juga masyarakat semakin gemar berolahraga di tengah kesibukan,” kata Dewi.

Tahun ini, Kediri Run menghadirkan sejumlah kategori dengan sasaran peserta yang beragam. Di antaranya Kids Dash 100 meter untuk anak usia 5–9 tahun, 5K Pelajar, dan 5K Umum.

Namun, kategori disabilitas menjadi tambahan penting dalam gelaran tahun ini. Sebanyak 45 peserta mengikuti lari sejauh 50 meter. Mereka berasal dari beberapa kelompok disabilitas, yakni down syndrome, tunanetra, dan daksa pengguna kursi roda.

Dewi mengatakan, pelibatan penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kediri mewujudkan lingkungan yang semakin inklusif.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan mengembangkan potensi, termasuk dalam bidang olahraga.

“Kita kan Kediri inklusi, terus memberikan motivasi juga untuk para teman-teman disabilitas bahwasanya mereka ini juga punya kesempatan yang sama,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman mengikuti Kediri Run dapat memberikan motivasi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para peserta disabilitas. Apalagi, Kabupaten Kediri juga memiliki atlet yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dan telah menorehkan sejumlah prestasi.

Pengalaman Perdana Hafiz

Salah satu peserta yang merasakan pengalaman berbeda dalam Kediri Run 2026 adalah Hafiz Raihan, siswa kelas 6 SLB Budi Mulya Wates.

Putra Mulyati itu mengikuti kategori disabilitas dan merupakan peserta dengan down syndrome. Bagi Hafiz, Kediri Run menjadi pengalaman pertamanya mengikuti event lari.

Hafiz mengikuti kegiatan tersebut setelah didaftarkan oleh pihak sekolah. Ia pun terlihat antusias ketika mengikuti lomba.

Mulyati menilai kesempatan tersebut memberikan pengalaman positif bagi putranya. Menurut dia, kegiatan semacam ini dapat membantu anak membangun keberanian sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

“Kegiatan seperti ini menarik, bisa menumbuhkan kepercayaan diri,” ujar Mulyati.

Ia berharap kegiatan olahraga yang melibatkan penyandang disabilitas terus dilaksanakan. Menurutnya, ruang partisipasi semacam itu memberikan kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk mendapatkan pengalaman baru dan tampil lebih percaya diri di tengah masyarakat.

Lari Sambil Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT

Semangat inklusivitas dalam Kediri Run 2026 juga berjalan beriringan dengan aksi sosial. Ajang tersebut sekaligus menjadi momentum penggalangan donasi untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Puncak penggalangan donasi dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Kediri Run. Dewi mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Kediri terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

“Mengajak para peserta untuk berdonasi untuk korban NTT. Seperti itu. Kepedulian kita bahwasanya duka teman-teman di NTT juga duka kita semua,” tuturnya.

Donasi yang berhasil dihimpun selanjutnya akan disalurkan kepada korban bencana di NTT melalui posko bencana, BAZNAS, maupun PMI.

Dengan demikian, Kediri Run 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan olahraga dan perebutan posisi di garis finis. Ajang tersebut juga membawa pesan tentang gaya hidup sehat, kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, serta kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

Kediri Run 2026 turut dihadiri Kapolres Kediri AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Kediri Dyah Sakti Ana yang mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd. Sejumlah perwakilan OPD Pemerintah Kabupaten Kediri juga hadir.

Selain mengikuti lomba, peserta berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah melalui doorprize. Hadiah yang disediakan antara lain sepeda motor, televisi, sepeda listrik, mesin cuci, dan sejumlah hadiah lainnya.

Jurnalis: Anisa Fadila