foto : Bram Radyan

Bocah Tewas Tragis Penuh Luka di Tubuh, Polisi Periksa Ibu, Ayah Tiri, dan Nenek

Bagikan Berita :

KEDIRI — Kematian tragis M. Alfahriza M (4), bocah asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, terus didalami aparat kepolisian. Sejumlah pihak terdekat korban, termasuk ibu kandung, ayah tiri, dan neneknya, kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota.

Di tengah proses penyelidikan, suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman korban yang dihadiri puluhan warga. Namun, ketidakhadiran ibu korban, Hariyani, ayah tiri Wito, serta neneknya Sumilah, menjadi sorotan. Ketiganya diketahui masih berada dalam pemeriksaan polisi.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya potongan pipa, gagang sapu, dan selang air yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Masih kami dalami. Mohon doa dan dukungan agar kasus ini segera terungkap,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kematian bocah yang akrab disapa Nizar ini sebelumnya mengundang kecurigaan kuat mengarah pada dugaan kekerasan. Sejumlah warga menyebut adanya luka lebam pada tubuh korban saat ditemukan tak bernyawa di rumahnya.

Duka mendalam dirasakan keluarga, terutama kakak korban, Muhammad Wahyudi (26). Ia mengaku tidak menyangka adiknya meninggal dalam kondisi memilukan. Pertemuan terakhirnya dengan korban terjadi dua hari sebelum kejadian, tanpa sempat berinteraksi karena korban tengah tertidur.

“Terakhir ketemu dua hari lalu, tapi tidak sempat ngobrol,” ujarnya usai pemakaman.

Wahyudi menyebut, selama ini korban tidak pernah mengeluhkan perlakuan yang mengarah pada kekerasan. Meski tinggal terpisah, ia mengaku rutin menjenguk dan tetap menjaga kedekatan dengan adiknya.

Ia berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal apabila terbukti adanya tindak pidana.

“Kalau memang ada yang bersalah, saya ingin dihukum seadil-adilnya,” ucapnya.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap secara terang penyebab kematian korban, sekaligus memastikan ada tidaknya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :