Macan Putih Pantang Terluka Lagi!!! Persik Kediri Berencana Lampiaskan ke Persis Solo

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Persik Kediri tak punya banyak ruang untuk lengah saat menjamu Persis Solo dalam lanjutan League Cup di Stadion Brawijaya, Kediri, Rabu (4/11) malam. Di tengah ambisi Macan Putih untuk bangkit, Laskar Sambernyawa datang membawa sederet pemain berpengalaman yang berpotensi menjadi ancaman serius.

Meski berstatus sebagai tim Liga 2, Persis Solo bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu memiliki sejumlah pemain yang kenyang pengalaman di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Nama Terens Puhiri, Feby Eka Putra, Muhammad Kamal, hingga Irsyad Maulana menjadi deretan pemain yang patut mendapat perhatian khusus. Pengalaman mereka mengarungi ketatnya persaingan Liga 1 menjadi modal penting bagi Persis untuk memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah.

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, memahami betul potensi ancaman tersebut. Dia menilai Persis memiliki komposisi pemain lokal maupun asing berkualitas yang dapat menyulitkan langkah Macan Putih.

Kendati demikian, pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi Persik untuk menghapus luka setelah menelan kekalahan telak 1-5 di kandang sendiri saat menghadapi Persita.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan berat bagi Persik. Namun, Reina berharap anak asuhnya mampu menjadikannya sebagai pelajaran sekaligus pijakan untuk kembali menemukan kepercayaan diri.

“Kekalahan kemarin sangat berat. Ini menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih baik. Kami tidak pantas kalah seperti itu. Sekarang kami bersiap untuk bangkit,” ungkap Reina.

Menariknya, Reina mengaku tidak mendapatkan target khusus dari manajemen untuk kompetisi League Cup. Prioritas utama Persik tetap tertuju pada persaingan Super League.

Meski begitu, bukan berarti Persik akan menjalani turnamen ini tanpa ambisi. Reina tetap menginginkan kemenangan dan berharap timnya mampu melangkah sejauh mungkin.

Bagi Persik, League Cup juga menjadi panggung untuk memberikan kesempatan kepada pemain yang selama ini belum banyak mendapatkan menit bermain. Ajang ini sekaligus membuka jalan bagi talenta lokal untuk unjuk kemampuan dan membuktikan kualitasnya.

Peluang tersebut turut disambut positif oleh pemain Persik, Adi Eko Jayanto. Menurutnya, komposisi pemain asing yang dibatasi hanya tiga orang memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk mendapatkan kesempatan tampil.

“Ini kesempatan baik bagi pemain lokal karena pemain asing hanya tiga. Ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan jam terbang. Kemenangan juga penting untuk membangkitkan kepercayaan diri tim,” ujarnya.

Dalam kompetisi League Cup, Persik Kediri mendaftarkan tiga pemain asing, yakni Marcelo Djalo, Jon Toral, dan Jose Enrique. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat keseimbangan tim sekaligus membantu Macan Putih mengejar hasil maksimal.

Di kubu lawan, Persis Solo juga datang dengan sejumlah tantangan. Pelatih Persis, Dedi Gusmawan, mengakui waktu pemulihan timnya cukup terbatas setelah menjalani pertandingan sebelumnya melawan Barito Putera.

Meski jadwal pertandingan terbilang padat, Dedi memastikan hampir seluruh pemain berada dalam kondisi siap untuk menghadapi Persik. Hanya Oliver Leeming yang dipastikan tidak dapat memperkuat tim.

“Kami akan menghadapi klub Liga 1 setelah sebelumnya melawan Barito. Memang tidak banyak waktu untuk istirahat. Pemain lainnya siap menghadapi pertandingan besok. Semoga tidak ada kendala,” kata Dedi.

Sementara itu, pemain Persis, Oktavianus Fernando, justru melihat pertandingan melawan Persik sebagai tantangan sekaligus suntikan motivasi bagi timnya.

Menghadapi klub yang berkompetisi di kasta tertinggi menjadi kesempatan bagi Persis untuk membuktikan kemampuan. Dia berharap Laskar Sambernyawa mampu memanfaatkan momentum tersebut demi membawa pulang kemenangan.

“Kami tahu akan menghadapi tim Liga 1. Itu membuat kami lebih termotivasi untuk meraih kemenangan pada pertandingan besok,” tandasnya.

Kini, Stadion Brawijaya diprediksi menjadi panggung pertarungan dua ambisi. Persik ingin menjadikan League Cup sebagai titik balik setelah kekalahan menyakitkan, sementara Persis datang dengan semangat untuk membuktikan bahwa status sebagai tim Liga 2 bukan alasan untuk gentar menghadapi klub kasta tertinggi.

Satu hal yang pasti, Macan Putih harus tampil lebih waspada. Sebab, di balik statusnya sebagai tim Liga 2, Persis Solo menyimpan pengalaman dan kualitas yang bisa menghadirkan kejutan.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan