Faktor Cuaca Menjadikan TPID Kota Kediri Waspadai Lonjakan Harga Pangan di Awal 2027

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Kabar baik datang dari perkembangan ekonomi Kota Kediri. Tingkat inflasi bulanan pada Oktober 2026 tercatat hanya sebesar 0,01 persen. Capaian tersebut menjadi yang terendah di Jawa Timur, bahkan jauh di bawah angka inflasi nasional yang mencapai 0,22 persen.

Meski demikian, stabilitas harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Sejumlah faktor, mulai dari potensi gangguan pasokan akibat fenomena El Nino hingga meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun, dinilai dapat memicu kenaikan harga berbagai komoditas.

Kondisi tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Emil Wahyudiono, dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar secara daring pada Senin (2/11). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemantauan rutin BPS bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri untuk menjaga kestabilan harga barang dan jasa.

Berdasarkan data BPS, sejumlah komoditas tercatat memberikan andil terhadap inflasi Kota Kediri selama Oktober 2026. Cabai merah menjadi penyumbang terbesar dengan andil sebesar 0,07 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, tomat, angkutan udara, dan sawi hijau masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen. Adapun sepeda motor, bawang merah, dan daging sapi turut menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga sehingga mampu menahan laju inflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil sebesar 0,11 persen. Selanjutnya, telur ayam ras dan semangka masing-masing sebesar 0,02 persen.

Penurunan harga juga terjadi pada emas perhiasan, beras, bayam, bawang putih, dan melon, yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen.

El Nino dan Mobilitas Akhir Tahun Jadi Ancaman

Meski inflasi masih terkendali, BPS mengingatkan adanya sejumlah faktor yang perlu diantisipasi pada bulan-bulan berikutnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pangan, khususnya beras, daging ayam ras, telur ayam ras, serta komoditas pangan lainnya.

Kondisi cuaca juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam pemaparan tersebut, fenomena El Nino sangat kuat diprediksi berlangsung hingga awal 2027 dan berpotensi menyebabkan mundurnya awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Situasi ini perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi produksi dan distribusi sejumlah komoditas pangan.

“Kami mengimbau agar TPID perlu memperhatikan ketersediaan stok dan distribusi terutama komoditas bahan pangan. Karena berdasarkan keterangan BMKG, El Nino sangat kuat dan diprediksi berlangsung hingga awal 2027, hal itu berpotensi mengakibatkan tertundanya awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Emil.

Selain faktor cuaca, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun juga berpotensi memberikan tekanan terhadap harga sektor transportasi. Tarif angkutan kereta api, angkutan udara, hingga angkutan antarkota menjadi sejumlah komponen yang perlu mendapat perhatian.

Empat Langkah TPID Kediri Jaga Stabilitas Harga

Menanggapi berbagai potensi risiko tersebut, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris TPID Kota Kediri, Noviana Rachmawati, memaparkan empat langkah konkret yang telah dilakukan sepanjang Oktober 2026.

Pertama, pemantauan harga kebutuhan pokok setiap hari. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk deteksi dini terhadap pergerakan harga di pasaran. Dengan pemantauan rutin, pemerintah dapat segera mengambil tindakan apabila ditemukan komoditas yang mengalami lonjakan harga hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP).

Kedua, penguatan data neraca pangan melalui rapat koordinasi teknis. Upaya ini bertujuan meningkatkan validitas dan kelengkapan data sebagai landasan dalam menentukan kebijakan, terutama terkait ketersediaan dan kecukupan pasokan pangan.

Ketiga, optimalisasi portal Siaga Inflasi Aman Terkendali (SIASAT). TPID secara berkala memperbarui informasi harga berbagai komoditas melalui situs resmi https://siasat.kedirikota.go.id. Portal tersebut diharapkan menjadi sumber informasi bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus berbagai program pengendalian inflasi yang sedang berjalan.

Keempat, menjaga ekspektasi masyarakat melalui komunikasi publik. TPID terus mengampanyekan gerakan Stop Panic Buying serta mengajak masyarakat menerapkan pola belanja bijak dengan membeli kebutuhan sesuai keperluan.

Melalui berbagai langkah tersebut, TPID Kota Kediri berharap stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga, terutama menghadapi potensi tekanan inflasi pada penghujung tahun.

Masyarakat juga diimbau untuk aktif memantau perkembangan harga dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar pasokan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, serta inflasi daerah tetap terkendali.