KEDIRI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 8 Kediri, Jawa Timur, menjadi perhatian setelah seorang siswa menemukan hewan kecil berwarna putih yang disebut mirip ulat di dalam makanan yang diterimanya, Rabu (23/9). Bahkan aduan wali murid minta identitasnya dirahasiakan, disampaikan ke redaksi kediritangguh, ini merupakan kejadian kedua kalinya.
Temuan itu diketahui ketika siswa membuka ompreng berisi menu MBG. Adapun menu yang dibagikan hari itu terdiri atas nasi gurih pandan, rolade, sambal goreng tahu, pakcoy saus tiram, dan kelengkeng.
Yuda, siswa kelas XII berusia 16 tahun, mengatakan satu kelasnya terdiri dari 35 siswa. Dari seluruh makanan yang dibagikan di kelas tersebut, hanya satu ompreng yang diketahui terdapat hewan kecil.
“Hanya ada satu ompreng yang ada set-nya ketika dibuka dan langsung dikembalikan,” kata Yuda saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data yang dimiliki sekolah, makanan tersebut dikirim oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Ngadirejo, Kecamatan Kota Kediri.
Temuan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno. Ia langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMAN 8 Kediri.
Adi mengatakan persoalan temuan dalam makanan tersebut tengah ditangani oleh Dinas Kesehatan. Ia meminta pihak sekolah memperbaiki proses pendistribusian MBG, termasuk memastikan adanya guru yang mendampingi siswa ketika makanan dibagikan.
“Ketika makanan didistribusikan kepada anak-anak, paling tidak ada guru yang juga berada di situ,” ujar Adi.
Menurut Adi, pendampingan tidak hanya diperlukan saat makanan dibagikan. Setelah siswa selesai makan, kemasan makanan juga perlu dikumpulkan dan ditata dengan baik.
Menurut dia, langkah tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari pembelajaran bagi siswa mengenai kedisiplinan dan kebersihan.
Sekolah juga diminta berkoordinasi dengan pihak SPPG mengenai waktu kedatangan makanan. Hal ini diperlukan agar proses distribusi MBG tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
Dinkes Turun Tangan
Terkait temuan hewan kecil dalam makanan, Adi belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia mengatakan petugas Dinas Kesehatan masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Karena itu, informasi mengenai temuan tersebut selanjutnya akan dikonfirmasi kepada pihak Dinas Kesehatan.
“Saya sangat berharap kegiatan atau program yang baik ini senantiasa ditingkatkan, baik menu maupun higiene makanan,” kata Adi.
Adi berharap kualitas penyelenggaraan program MBG terus ditingkatkan sehingga para siswa tetap merasa nyaman menerima makanan yang disediakan.
Ia juga menyebut program MBG mendapat sambutan positif dari lingkungan pendidikan karena dinilai menjadi tambahan asupan bagi anak-anak.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak sekolah masih menggelar pertemuan tertutup bersama pihak SPPG Ngadirejo untuk membahas temuan tersebut.
Jurnalis: Anisa Fadila



