Dominasi Persik Berakhir Sia-sia, Dewa United Curi Kemenangan di Laga Perdana Super League

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Persik Kediri harus mengawali kompetisi Super League dengan hasil mengecewakan. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persik takluk 0-1 dari Dewa United setelah gol Rafael Struick pada menit ke-15 menjadi satu-satunya pembeda.

Persik langsung tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Serangan demi serangan dibangun melalui sektor kanan dengan Ernesto Gomez dan Eduardo Barbosa menjadi dua pemain yang cukup dominan dalam membangun permainan.

Namun, strategi tersebut perlahan terbaca oleh lini pertahanan Dewa United. Serangan Persik yang lebih banyak mengandalkan sisi kanan mulai kehilangan efektivitas.

Di tengah upaya Persik mencari celah, Dewa United justru mampu mencuri gol pada menit ke-15. Rafael Struick berhasil mencatatkan namanya di papan skor dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Tertinggal membuat permainan Persik sedikit meredup. Beberapa serangan yang dibangun tuan rumah belum mampu membahayakan pertahanan Dewa United secara konsisten.

Dewa United pun mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persik mencoba meningkatkan intensitas permainan. Ernesto Gomez dan Eduardo Barbosa kembali menjadi tumpuan serangan dari sisi kanan.

Sejumlah peluang kemudian berhasil diperoleh Persik. Zanandin Fariz dan Jose Enrique beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk mencetak gol, tetapi penyelesaian akhir belum berpihak kepada tuan rumah.

Dewa United kemudian memasukkan Taisei Marukawa untuk menggantikan Egy Maulana. Pergantian tersebut memberikan warna berbeda dalam permainan tim tamu.

Kecepatan dan akselerasi Marukawa membuat lini serang Dewa United lebih berbahaya ketika melakukan serangan balik.

Persik tidak tinggal diam. Pada menit ke-62, Jon Toral dan Daffa Salman dimainkan untuk menggantikan Bayu Otto dan Kiko Carneiro.

Namun, perubahan tersebut belum cukup untuk mengubah skor. Persik masih kesulitan memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan.

Jon Toral bahkan kembali ditarik keluar pada menit ke-82 dan digantikan M. Khanafi.

Hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Dewa United pun sukses mempertahankan kemenangan 1-0 dan membawa pulang tiga poin dari Kediri.

Marcos Reina Soroti Finishing Persik

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Meski kalah, ia menilai permainan timnya cukup baik saat menghadapi Dewa United yang disebutnya sebagai salah satu tim terbaik di liga.

“Kami merasakan campur aduk. Sedih kalah, namun kita bermain bagus. Kita berusaha terus menekan dengan menghadapi salah satu tim terbaik di liga. Namun, itulah sepakbola, kita bermain bagus namun tidak beruntung,” kata Marcos.

Marcos juga menilai kondisi angin yang cukup kencang turut berpengaruh terhadap terciptanya gol Dewa United.

Namun, ia tidak menampik bahwa persoalan finishing menjadi pekerjaan rumah utama Persik setelah pertandingan tersebut.

“Yang paling susah adalah menciptakan peluang. Hari ini kita tidak cetak gol. Kami banyak menciptakan peluang namun sentuhan akhir yang kurang. Itu yang akan kami benahi untuk laga selanjutnya,” ujarnya.

Marcos juga menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter Persik yang telah memberikan dukungan sepanjang pertandingan.

“Kami minta maaf bagi para supporter. Kami yakin di kemudian hari bisa mendapatkan kemenangan. Mari kita bekerja semaksimal lagi untuk mempersembahkan kemenangan untuk supporter. Terima kasih atas dukungan suporter,” tutur Marcos.

Meski gagal meraih poin, Marcos tetap melihat sisi positif dari penampilan Persik. Ia menilai chemistry para pemain baru mulai terbentuk.

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari kemampuan Persik memberikan tekanan dan merepotkan Dewa United sepanjang pertandingan.

“Chemistry pemain baru berjalan baik. Itu terbukti kita merepotkan lawan yang merupakan salah satu tim termahal di liga,” pungkas Marcos.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan