Kantong Plastik Berlumur Darah Berisi Orok Bayi Ditemukan di Desa Surat Mojo

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Suasana tenang di Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah warga menemukan orok bayi laki-laki yang terbungkus kantong plastik di pinggir kebun, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Orok tersebut pertama kali ditemukan oleh Jumoko, pemilik kebun, saat hendak membeli sarapan ke Pasar Mojo. Awalnya, ia melihat sebuah kantong plastik berada di atas tumpukan kayu di tepi kebunnya.

Perhatian Jumoko tertuju pada bercak darah yang terlihat di bagian luar kantong plastik. Rasa penasaran mendorongnya untuk memeriksa isi kantong tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati sepasang kaki bayi terlihat dari dalam plastik.

“Awalnya saya mau cari sarapan ke Pasar Mojo. Saya lihat ada kantong kresek di atas tumpukan kayu, ada darahnya. Setelah saya buka sedikit, ternyata terlihat dua kaki bayi,” ujar Jumoko.

Tak ingin bertindak sendiri, Jumoko segera memanggil warga yang melintas untuk menyaksikan penemuan tersebut sebelum melaporkannya kepada pihak berwenang.

Dari kondisi bayi, Jumoko menduga sang bayi baru dilahirkan beberapa jam sebelumnya. Dugaan itu diperkuat karena ari-ari masih menempel pada tubuh bayi saat ditemukan.

“Sepertinya baru lahir tadi malam karena ari-arinya masih ada. Bayinya laki-laki,” katanya.

Mendapat laporan dari warga, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Area penemuan bayi dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.

“Saat ini anggota masih di lokasi. Rencana nanti akan dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk identifikasi. Semoga cepat terungkap, doakan. Saat ini Satreskrim masih melakukan penyelidikan,” jelas AKP Achmad Elyasarif Martadinata, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan