Ribuan Kilometer Demi Vespa! Jambore Nasional Smallframe Perdana Dongkrak Wisata dan UMKM

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Deru mesin Vespa berpadu dengan hangatnya semangat persaudaraan memenuhi kawasan wisata Goa Selomangleng, Kota Kediri, Sabtu (4/7). Ratusan hingga ribuan pecinta Vespa Smallframe dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul dalam 1st Smallframe Indonesia Jambore Nasional 2026, sebuah perhelatan nasional yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa angin segar bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal.

Momentum yang bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1147 Kota Kediri itu sukses menyedot perhatian komunitas Vespa dari berbagai daerah, mulai dari Bali, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya jambore nasional perdana tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai wilayah menjadi bukti bahwa Kota Kediri mampu menjadi tuan rumah event berskala nasional yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh peserta Jambore Nasional Smallframe yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Event seperti ini tentu membawa dampak positif, tidak hanya bagi komunitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Kediri,” ujarnya.

Bagi Vinanda, Vespa bukan sekadar kendaraan klasik yang bertahan melintasi zaman. Lebih dari itu, Vespa telah menjelma menjadi simbol persaudaraan yang menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang.

Ia menilai komunitas Vespa memiliki solidaritas yang kuat serta kepedulian sosial yang tinggi. Berbagai kegiatan yang mereka lakukan tidak hanya sebatas berkumpul, tetapi juga kerap diisi aksi sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kebersamaan yang dimiliki komunitas Vespa ini patut menjadi inspirasi. Semoga semangat guyub dan kekompakan ini terus tumbuh serta bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia 1st Smallframe Indonesia Jambore Nasional, Agung Baitul Munir, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keresahan sekaligus kecintaan para pecinta Vespa Smallframe.

Selama ini, kata Agung, Smallframe kerap mendapat stigma sebagai jenis Vespa yang rumit, baik dalam hal perawatan maupun modifikasi. Melalui jambore nasional ini, pihaknya ingin memberikan edukasi bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Acara ini kami selenggarakan untuk mengedukasi masyarakat bahwa Smallframe sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Selain itu, kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi seluruh pecinta Vespa Smallframe di Indonesia,” jelasnya.

Agung menambahkan, pemilihan Kota Kediri sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki komunitas Smallframe yang cukup besar sehingga setelah berkoordinasi dengan berbagai komunitas di Indonesia, Kediri akhirnya dipercaya menjadi tuan rumah jambore nasional perdana.

Selain memanfaatkan momentum Hari Jadi Kota Kediri, panitia juga berharap kegiatan tersebut mampu mengangkat kembali daya tarik wisata Goa Selomangleng sekaligus menggerakkan pelaku UMKM melalui penjualan merchandise resmi seperti kaus, hoodie, dan tumbler.

Panitia menargetkan sekitar 1.000 unit Vespa Smallframe hadir dalam kegiatan tersebut. Meski mengusung nama Smallframe Indonesia Jambore Nasional, acara tetap terbuka bagi seluruh jenis Vespa yang ingin ikut memeriahkan perhelatan.

Peserta datang dari berbagai daerah seperti Bontang, Bali, Banyuwangi, Jember, Surabaya, Solo, Bogor, dan sejumlah kota lainnya. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan bagi peserta terjauh dan peserta terbaik, sementara seluruh peserta memperoleh piagam serta stiker resmi jambore.

“Kami berharap seluruh komunitas Smallframe maupun komunitas otomotif lainnya semakin guyub, semakin rukun, dan terus menjaga semangat persaudaraan,” ujar Agung.

Semangat itu juga dirasakan Diki, peserta asal Bali yang rela menempuh perjalanan lintas pulau demi menghadiri jambore nasional tersebut.

Baginya, perjalanan panjang bukan sekadar menyalurkan hobi, melainkan menjadi cara merawat persaudaraan dengan sesama pecinta Vespa dari berbagai daerah.

“Saya memang hobi Vespa Smallframe. Selain menyalurkan hobi, saya ingin mendukung kegiatan teman-teman komunitas agar acara seperti ini terus berkembang,” katanya.

Sebelum berangkat ke Kediri, Diki memastikan motornya dalam kondisi prima. Vespa miliknya mengusung konsep racing look yang tetap mempertahankan fungsi dan performa sehingga nyaman digunakan untuk perjalanan jauh.

“Proses modifikasinya sekitar delapan bulan karena beberapa komponen harus dipesan terlebih dahulu, baik untuk mesin maupun aksesori,” ungkapnya.

Ia berharap jambore nasional serupa terus digelar dan mampu menarik semakin banyak komunitas Vespa dari seluruh Indonesia untuk berkumpul, berbagi pengalaman, sekaligus mempererat tali persaudaraan di atas semangat yang sama: mencintai Vespa tanpa batas.

jurnalis : Radistiya Sadam Inzagi

✓ Link berhasil disalin