Pengesahan 672 Warga Baru PSHT Cabang Kota Kediri Berlangsung Khidmat, Fokus Bentuk Generasi Berbudi Luhur

KEDIRI – Di bawah suasana yang teduh dan penuh khidmat, Padepokan PSHT Cabang Kota Kediri menjadi saksi pengesahan Warga Baru Tingkat I Tahun 2026, Sabtu (20/6). Sebanyak 672 calon warga mengikuti prosesi sakral yang berlangsung tertib, sebelum akhirnya ditutup dengan doa selamatan bersama sebagai penanda rasa syukur.

Mengangkat tema “PSHT Guyub Rukun Membangun Karakter Bangsa dan Prestasi Menuju Olympiade”, prosesi tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga ruang peneguhan nilai. Delapan tumpeng yang dihadirkan menjadi simbol kebersamaan, keselamatan, dan harapan yang mengalir bagi perjalanan para warga baru.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kediri Dra. Firdaus, jajaran Polres Kediri Kota, Kodim, Brigif, para sesepuh dan sesepuh PSHT, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran aparat keamanan di bawah komando AKBP Anggi Saputra Ibrahim memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib tanpa mengurangi kekhidmatan yang terbangun sejak awal.

Dalam keterangannya, Firdaus menilai nilai-nilai yang mengiringi prosesi pengesahan sejalan dengan upaya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, pesan yang disampaikan mengarah pada pentingnya kerukunan sebagai fondasi kehidupan bersama.

“Filosofi yang disampaikan mengajak kita untuk terus menjaga ketenteraman dan kerukunan. Ini sejalan dengan tugas kami sebagai wakil masyarakat,” ujarnya.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan dari pembacaan mukadimah hingga penyampaian ajaran organisasi, Firdaus juga melihat bahwa PSHT membawa pesan moral yang kuat. Ia menilai nilai-nilai yang diajarkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menyentuh pembentukan karakter dan persaudaraan.

“Terkait citra PSHT di luar, saya melihat langsung bahwa tujuan dan cita-citanya sangat baik dan luhur,” tambahnya.

Ia berharap ratusan warga baru yang telah disahkan mampu membawa nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Persaudaraan dan budi pekerti diharapkan tidak hanya menjadi konsep, tetapi hadir nyata dalam sikap sosial, sekaligus mengangkat nama baik Kota Kediri hingga tingkat yang lebih luas.

Senada dengan itu, Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Kangmas Sudjoko Adi Poerwanto, menegaskan bahwa ukuran seorang warga PSHT tidak terletak pada kekuatan fisik, melainkan pada kejernihan hati dalam mengendalikan diri.

Baginya, kemenangan paling bermakna justru hadir ketika seseorang mampu menundukkan ego dan menahan diri dari dorongan emosi maupun godaan yang merusak.

“Karena kemenangan yang paling mulia adalah kemenangan atas hawa nafsu dan ego diri sendiri,” tuturnya.

Ia menjelaskan, PSHT sejak awal tumbuh di atas fondasi persaudaraan yang tidak membedakan latar belakang sosial, suku, agama, maupun pekerjaan. Dari prinsip itu, setiap warga membawa tanggung jawab moral untuk menjaga marwah organisasi di mana pun berada.

Di tengah arus zaman yang semakin cepat, ia juga menekankan pentingnya adaptasi. Warga baru diharapkan bijak dalam bermedia sosial, santun dalam berinteraksi, serta mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Pengesahan kemudian ditutup dengan doa bersama yang mengalun dalam suasana hening dan penuh harapan. Momen itu menjadi penanda bahwa perjalanan baru telah dimulai—sebuah amanah yang menuntut persaudaraan, ketertiban, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

jurnalis : Anisa Fadila