foto : Anisa Fadila

Usia 22 hingga 105 Tahun: Calon Jamaah Haji Kabupaten Kediri Kloter 112

KEDIRI – Pemandangan mengharukan terjadi di Kawasan Simpang Lima Gumul, Rabu (20/5), saat pemberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Kloter 112 Kabupaten Kediri. Semua mata tertuju pada Marsiyah, jamaah haji tertua di Indonesia yang kini berusia 105 tahun, yang akhirnya bisa menunaikan rukun Islam kelima setelah penantian panjang.

Dengan wajah tenang dan senyum bahagia, Marsiyah menyatakan, “Senang, adem tentrem, akhirnya bisa berangkat.” Momen ini menjadi sorotan utama dalam keberangkatan sekitar 147 jamaah yang tergabung dengan kloter dari daerah lain, sekaligus menutup rangkaian pemberangkatan haji Kediri 2026.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mengingatkan seluruh jamaah untuk saling membantu, terutama bagi mereka yang lanjut usia. “Dalam satu bus ada yang berusia 105 tahun dan ada yang 22 tahun. Artinya, yang muda membantu yang sepuh ketika ada kebutuhan di Saudi,” ujarnya.

Tak kalah mengharukan, Dedik Sutomo, warga Kecamatan Kepung, akhirnya bisa berangkat haji setelah menunggu 12 tahun sejak mendaftar pada 2012. Ia mengaku tak menyangka bisa memenuhi panggilan Allah, terutama setelah tertunda akibat pandemi.

Sementara itu, pasangan suami istri Rilian Adi Bahtiar dan Novita Putri Sati dari Kras tampak haru saat berpamitan. Mereka telah mempersiapkan fisik bertahun-tahun, rutin olahraga dan membawa obat pribadi agar tetap sehat selama ibadah di Tanah Suci.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Ahmad Khotib, mengingatkan jamaah untuk menjaga hidrasi dan kesehatan di tengah panasnya cuaca Arab Saudi, serta tetap waspada terhadap penyakit meski kondisi di Kediri relatif aman. “Minimal dua jam sekali harus minum, menjaga kebersihan, dan istirahat cukup,” tegasnya.

Momen ini membuktikan bahwa panggilan Allah datang di waktu yang tepat, tak memandang usia, dan selalu menghadirkan kisah inspiratif bagi seluruh jamaah haji Indonesia.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim