KEDIRI — Pertemuan yang hangat di Hotel Grand Surya Kediri, Minggu malam (26/4/2026), sebuah pesan sederhana namun menghunjam disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati — bahwa kota yang hebat bukan hanya soal beton dan infrastruktur, melainkan soal jiwa kebersamaan warganya.
Pesan itu hadir dalam balutan acara yang tak biasa: Halal Bihalal dan Sosialisasi Toleransi dan Keberagaman bertajuk Kediri Guyub Rukun: Merawat Toleransi, Merangkul Keberagaman — sebuah forum hangat yang digagas bersama komunitas Sedulur Sarmuji dan Bolone Hadi di Ruang Tegowangi Hotel Grand Surya Kediri.
Meski bulan Syawal hampir usai, semangat Idulfitri nyata terasa mengalir di setiap sudut ruangan. Vinanda — yang akrab disapa Mbak Wali — membuka sambutannya dengan penuh ketulusan.
“Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya, disambut kehangatan seluruh hadirin.
Namun malam itu, Mbak Wali tak hanya berbicara tentang saling memaafkan. Ia menyentuh sesuatu yang jauh lebih dalam — tentang apa sesungguhnya yang membuat sebuah kota benar-benar kuat.
“Kadang yang membuat sebuah kota itu kuat bukan hanya bangunannya, tapi rasa guyub warganya. Malam ini saya melihat itu — kebersamaan, kekompakan, dan rasa saling memiliki. Ini penting sekali, karena pembangunan tidak bisa hanya dari pemerintah. Harus ada keterlibatan masyarakat, harus ada komunikasi, dan yang paling penting harus ada rasa peduli,” tegasnya.
Bagi Vinanda, komunitas Sedulur Sarmuji Bolone Hadi adalah contoh hidup dari semangat itu — sebuah keluarga besar yang tumbuh di atas fondasi kerukunan, kepedulian, dan saling menopang satu sama lain.
Ia juga menegaskan bahwa pintu Pemerintah Kota Kediri selalu terbuka lebar — untuk masukan, dukungan, maupun partisipasi aktif masyarakat dalam setiap langkah pembangunan. Sebab bagi Vinanda, ketika komunikasi terjaga dan suasana tetap guyub, tak ada tantangan yang terlalu berat untuk dihadapi bersama.
Ia pun menutup sambutannya dengan sebuah ajakan yang mengena:
“Membangun kota itu memang penting, tapi menjaga kebersamaan jauh lebih penting. Karena dari situlah semua hal baik bisa tumbuh. Mari kita jaga kebersamaan ini, kita rawat silaturahmi ini — supaya Kota Kediri tidak hanya maju pembangunannya, tapi juga hangat suasana warganya.”
Malam itu turut hadir mendampingi Mbak Wali: Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur M. Hadi Setiawan, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sujono Teguh Wijaya, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar, serta Ustadz Ubaidillah Asy’fai beserta segenap tamu undangan.
Sebuah malam yang membuktikan — toleransi bukan sekadar wacana. Di Kediri, ia dirawat, dirayakan, dan dihidupi bersama. (*)
Bagikan Berita :








