KEDIRI — Kolaborasi riset antarperguruan tinggi negeri di Jawa Timur terus diperkuat sebagai upaya mendorong pembangunan daerah berbasis inovasi. Hal itu mengemuka dalam Rapat Kerja (Raker) I Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur yang digelar di Kampus UIN Syekh Wasil Kediri, Rabu (15/4/2026).
Mengusung tema “Sinergi Riset Unggulan: PTN Jatim Melaju 2026, Transformasi Digital & Ekonomi Hijau Berbasis SDGs demi Kemandirian Daerah”, forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret integrasi riset lintas kampus.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi komitmen para rektor dalam membangun kolaborasi riset yang dinilai mampu memperkuat peran strategis perguruan tinggi.
“Kolaborasi riset unggulan ini menjadi langkah penting agar perguruan tinggi dapat berkontribusi nyata dalam mendorong kemajuan Jawa Timur dan Indonesia,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur, Nurhasan, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi sekadar berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan dalam pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi riset menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan melalui pendekatan transformasi digital dan pengembangan ekonomi hijau berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Melalui forum ini, kami merumuskan konsorsium riset untuk mengintegrasikan potensi masing-masing perguruan tinggi, sekaligus mendorong hilirisasi hasil riset agar memiliki nilai tambah ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem inovasi berbasis teknologi digital serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memastikan hasil riset tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan mampu diimplementasikan secara nyata di masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai rapat kerja tersebut sebagai momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Ia menekankan pentingnya peran kampus sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi berbasis riset yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya akan melahirkan inovasi yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan penguatan sinergi tersebut, Pemkot Kediri optimistis riset dan inovasi dapat menjadi fondasi dalam mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta memperkuat kemandirian daerah.
Bagikan Berita :








