Transformasi Pendidikan: SMAN 5 Taruna Brawijaya Siap Menuju Era Sekolah Garuda

Bagikan Berita :

KEDIRI – Angin perubahan mulai berhembus di SMAN 5 Taruna Brawijaya Jawa Timur. Sejak resmi menjabat pada 1 April 2026, Mardji, S.Pd., M.Pd. langsung menapakkan arah baru dengan visi besar: menjadikan sekolah sebagai pusat keunggulan. Langkah awalnya dirumuskan dalam program CGG—Clean, Green, Great—sebuah fondasi transformasi menuju konsep Sekolah Garuda.

Bagi Mardji, dunia pendidikan bukan ladang asing. Ia telah mengabdi sejak 1996 sebagai guru matematika, hingga akhirnya dipercaya memimpin sekolah sejak 2018. Jejak kepemimpinannya terukir di sejumlah institusi, mulai dari SMAN 1 Puncu, SMAN 1 Papar, hingga SMAN 8 Kediri.

Kini, meski masa tugasnya tersisa sekitar dua setengah tahun sebelum purna, semangatnya justru kian menyala. Ia melihat amanah di SMAN 5 Taruna sebagai kesempatan terakhir untuk meninggalkan warisan perubahan yang bermakna.

Motivasi yang membawanya mengikuti seleksi kepala sekolah Taruna pun terbilang sederhana, namun sarat makna—mengukur kapasitas diri di medan baru. Proses yang dilalui tidak ringan: mulai dari penulisan karya ilmiah, presentasi, hingga uji lapangan. Dari situlah, gagasan besar tentang transformasi sekolah semakin terasah.

Ia meyakini, SMAN 5 Taruna Brawijaya memiliki potensi besar untuk menjadi episentrum prestasi, tidak hanya di tingkat Jawa Timur, tetapi juga nasional.

Meski belum memiliki latar belakang ketarunaan, Mardji tidak menjadikannya sebagai hambatan. Sebaliknya, ia menjadikannya ruang belajar. Baginya, pendidikan Taruna adalah perpaduan utuh antara pembentukan karakter—seperti disiplin, ketangguhan, dan komunikasi—dengan kecakapan akademik yang mumpuni.

Visi tersebut diterjemahkan melalui program CGG. “Clean” menitikberatkan pada kebersihan menyeluruh, baik fisik lingkungan, administrasi, maupun proses pembelajaran. “Green” mengarah pada penciptaan lingkungan sekolah yang asri dan berkelanjutan. Sementara “Great” menjadi simbol dorongan menuju prestasi unggul di berbagai bidang.

Menurutnya, nilai-nilai ketarunaan tidak cukup diajarkan, tetapi harus meresap dalam jiwa setiap siswa.

Namun, perjalanan menuju cita-cita itu tidak tanpa tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah menyelaraskan ekspektasi antara orang tua, siswa, dan institusi pendidikan, terutama terkait masa depan lulusan. Sekolah Taruna dituntut mampu melahirkan generasi yang siap menembus TNI, Polri, Kementerian Pertahanan, maupun perguruan tinggi ternama.

Di bawah arah kepemimpinannya, SMAN 5 Taruna Brawijaya juga tengah diproyeksikan menuju Sekolah Garuda—sebuah konsep pendidikan yang mengedepankan profesionalitas dan riset. Pendekatan ini akan memadukan sistem ketarunaan dengan kekuatan akademik, demi mencetak lulusan yang tidak hanya disiplin, tetapi juga unggul secara intelektual.

Saat ini, proses menuju Sekolah Garuda masih berada pada tahap administrasi dan menanti keputusan pemerintah pusat.

Dengan pengalaman panjang, ketekunan belajar, dan visi yang terukur, Mardji optimistis mampu membawa SMAN 5 Taruna Brawijaya melangkah lebih jauh—menjadi mercusuar pendidikan yang melahirkan generasi tangguh, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :