foto : Sigit Cahya Setyawan

Kabaharkam Sentil Kinerja Polisi Kediri, Jangan Sampai Tak Terlihat di Masyarakat

Bagikan Berita :

KEDIRI — Pagi itu di Mako Polres Kediri Kota, Selasa (21/4), suasana terasa berbeda. Kehadiran Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan momen yang sarat makna—terutama bagi AKBP Anggi Saputra Ibrahim.

Bagi Kapolres Kediri Kota itu, sosok Karyoto bukan hanya pimpinan, tetapi juga jejak perjalanan karier yang pernah ditempuh bersama. Di balik seragam yang kini dikenakan, tersimpan pengalaman panjang saat ia bertugas di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, tepatnya sebagai Kasubdit 1 Industri dan Perdagangan, di bawah kepemimpinan Karyoto kala menjabat Kapolda Metro Jaya.

Kediri pun bukan wilayah baru bagi Anggi. Ia pernah mengemban tugas sebagai Wakapolres Kediri, menjadikannya memahami denyut sosial masyarakat. Kini, dengan latar belakang reserse, ia dituntut menghadirkan respons cepat terhadap gangguan kamtibmas sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Dalam arahannya, Komjen Karyoto menyampaikan catatan yang tajam namun reflektif. Ia menyoroti hasil survei internal yang menunjukkan masih minimnya kehadiran polisi berseragam di tengah masyarakat.

“Polisi jangan sampai jarang terlihat. Kalau fungsi intelijen atau reserse mungkin tidak tampak, tapi secara umum kehadiran polisi di ruang publik itu penting,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran fisik aparat bukan sekadar simbol, melainkan fondasi membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Ia pun mempertanyakan apakah minimnya kehadiran tersebut dipicu oleh padatnya aktivitas administratif atau kurangnya sensitivitas terhadap dinamika sosial.

Sorotan juga diarahkan pada fungsi pembinaan masyarakat (Binmas). Karyoto memberi ruang inovasi bagi para Bhabinkamtibmas untuk membangun komunikasi yang efektif dengan warga, namun tetap dalam koridor profesionalitas.

“Silakan berinovasi dalam berkomunikasi, tapi jangan berlebihan,” ujarnya.

Tak hanya soal pendekatan sosial, kesiapsiagaan teknis turut menjadi perhatian. Ia menekankan pentingnya perawatan rutin peralatan seperti water cannon serta kesiapan personel dalam mengoperasikannya.

“Kesiapsiagaan itu harus seperti tombol—ditekan langsung menyala,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Karyoto juga mengingatkan peran strategis Polri bersama TNI sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana. Setiap personel, menurutnya, wajib menguasai kemampuan dasar, termasuk penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).

Momen menarik terjadi saat ia menguji langsung kesiapan anggota di lapangan. Dalam simulasi penanganan warga tersedak, salah satu Bhabinkamtibmas terlihat belum tepat dalam praktik. Tanpa menunda, Karyoto memerintahkan Kassidokkes untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama.

“Kita harus selalu siap. Seperti mesin, sekali ditekan langsung bekerja,” tandasnya.

Kunjungan ini bukan hanya evaluasi, melainkan pengingat bahwa kehadiran, kesiapan, dan kedekatan dengan masyarakat adalah wajah utama pelayanan kepolisian.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :