foto : Anisa Fadila

Urban Farming dan Bank Sampah, Andayani Golkar Turun Tangan Dorong Bandar Lor Raih Predikat Mandiri

KEDIRI — Pemanfaatan lahan terbatas di kawasan perkotaan terus didorong sebagai solusi menjaga ketahanan pangan keluarga. Upaya ini mengemuka dalam sarasehan bertema pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan nasional yang digelar di Kelurahan Bandar Lor, Senin (6/4/2026), sebagai bagian dari persiapan penilaian Program Kelurahan Berseri tingkat mandiri.

Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar, Andayani Nurhidayati, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, keterbatasan lahan di wilayah perkotaan bukan alasan untuk bergantung sepenuhnya pada pasokan pangan dari luar.

“Wilayah kota memang bukan produsen pangan utama, tetapi masyarakat tetap bisa menjaga ketersediaan pangan secara mandiri,” ujarnya.

Ia menilai, pemanfaatan pekarangan sempit untuk menanam kebutuhan dapur menjadi langkah konkret yang mudah diterapkan. Selain memenuhi konsumsi rumah tangga, upaya ini juga berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Tak hanya aspek pangan, pengelolaan sampah juga menjadi indikator krusial dalam penilaian Kelurahan Berseri. Andayani yang juga menjabat sebagai Ketua Bank Sampah Sumber Rejeki Induk Kelurahan Bandar Lor menekankan pentingnya pengolahan sampah sejak tingkat rumah tangga.

“Sampah harus selesai di sumbernya. Sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat didaur ulang,” tegasnya, menjadi alasan dirinya harus turun langsung ke lapangan.

Manfaatkan Limbah

foto : Anisa Fadila

Sebagai bentuk dukungan, bantuan berupa rak tanaman, bibit, dan media tanam disalurkan kepada sejumlah wilayah yang menjadi titik pantau penilaian, yakni RW 2, RW 5, RW 7, dan RW 9. Total bantuan mencapai sekitar Rp20 juta yang bersumber dari dana pribadi politisi senior Partai Golkar ini.

Untuk memperkuat implementasi di lapangan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan teknis. Sujiman memberikan materi pembibitan tanaman, sementara Ali Mansur mengedukasi warga terkait budidaya ikan mandiri.

Ia mendorong masyarakat membiasakan konsumsi ikan, khususnya lele yang dinilai mudah dibudidayakan di lingkungan perkotaan.

Budidaya lele, lanjutnya, dapat dilakukan secara sederhana menggunakan wadah seperti galon bekas, sehingga lebih hemat biaya dan mudah diterapkan.

Selain itu, warga juga mendapatkan pelatihan pemanfaatan limbah oleh Kasiono, sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi sirkular di tingkat lokal.

Salah satu wilayah yang menjadi titik penilaian adalah RW 05. Ketua RW setempat, Pramoyo, menyebut partisipasi warga cukup tinggi dalam mendukung program tersebut. Warga tidak hanya aktif menanam tanaman pangan, tetapi juga mengelola sampah secara mandiri.

“Setiap RT sudah memiliki sistem pengolahan sampah masing-masing. Warga juga sudah terbiasa memilah sampah dari rumah,” ungkapnya.

Hasil dari kegiatan tersebut, termasuk panen tanaman, dimanfaatkan bersama oleh warga sebagai bentuk nyata kemandirian pangan di lingkungan.

Kegiatan ini diikuti oleh para ketua RT, RW, serta kader Kelurahan Berseri. Melalui kolaborasi antara kebijakan, pendampingan teknis, dan partisipasi masyarakat, Kelurahan Bandar Lor optimistis mampu meraih hasil maksimal dalam penilaian Kelurahan Berseri tingkat mandiri.

jurnalis : Anisa Fadila