foto : Anisa Fadila

Hasil Verifikasi Deputi Staf Presiden, Progres Sekolah Rakyat Kota Kediri on The Track

KEDIRI — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Kediri terus dipacu agar dapat beroperasi sesuai target pada 20 Juni mendatang. Hingga akhir Maret, progres proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut tercatat baru mencapai 16 persen.

Kondisi ini terungkap saat Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Armindo Dos Santos Soares, melakukan verifikasi lapangan di lokasi proyek, Jalan Semeru Gang II, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Jumat (27/3).

Pemerintah Kota Kediri mengakui capaian pembangunan saat ini masih jauh dari target ideal. Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menegaskan percepatan menjadi langkah krusial mengingat waktu pengerjaan tersisa sekitar tiga bulan.

“Dari hasil evaluasi, progres pembangunan saat ini kurang lebih sekitar 16 persen. Ditargetkan pada 20 Juni nanti sudah bisa dioperasionalkan, meski kemungkinan belum sepenuhnya rampung,” ujarnya.

Meski belum selesai 100 persen, fasilitas pendidikan ini ditargetkan sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sejumlah sarana penunjang seperti furnitur, tempat tidur, hingga seragam siswa juga diupayakan tersedia saat operasional dimulai.

Imam menegaskan, evaluasi akan dilakukan apabila dalam beberapa pekan ke depan progres pembangunan tidak sesuai dengan kurva perencanaan.

Sekolah Rakyat tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa, dengan total 36 rombongan belajar yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun, hingga kini proses penerimaan peserta didik dan rekrutmen tenaga pengajar masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Sosial.

“Karena kewenangan masih berada di pemerintah pusat,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihak pelaksana proyek dari PT Nindya Karya menyatakan tetap optimistis mampu mengejar target. Project Manager Sekolah Rakyat Kota Kediri, Yolanda Faricha, menyebut progres 16 persen mencakup pekerjaan struktur, arsitektur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

“Insyaallah masih on track. Tadi juga ada arahan untuk memastikan kesiapan tenaga kerja, material, dan manpower secara detail,” jelasnya.

Untuk mempercepat pengerjaan, jumlah tenaga kerja akan ditambah signifikan. Dari sekitar 200 orang saat ini, ditargetkan meningkat menjadi 500 hingga 600 pekerja dalam waktu dekat.

Menurut Yolanda, faktor cuaca sempat menjadi hambatan pada tahap awal pengerjaan, meski bukan kendala utama.

“Kendalanya di awal memang cuaca, yang membuat progres sedikit melambat,” ungkapnya.

Ke depan, fokus pekerjaan akan diarahkan pada penyelesaian struktur utama dan atap bangunan. Tahapan tersebut dinilai krusial sebagai dasar untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya secara lebih masif.