KEDIRI — Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Kediri. Di tengah meningkatnya jumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri secara rutin melakukan penyisiran dan penambalan jalan guna meminimalkan risiko kecelakaan.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Kediri, I Made Dwi Permana, ST., MAP., menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap mengingat luasnya jaringan jalan yang harus ditangani. Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan, terutama genangan air saat musim hujan yang diperparah oleh kendaraan berat yang melintas.
“Banyaknya jalan berlubang dipicu hujan yang menggenang dan beban kendaraan berat. Kondisi ini membuat aspal lebih cepat rusak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/2).
Setiap temuan jalan berlubang langsung ditangani menggunakan aspal dingin (cold mix). Metode ini dipilih karena dinilai lebih praktis dan memungkinkan perbaikan dilakukan dengan cepat di lapangan.
Tak hanya jalan kota, tim PUPR juga melakukan penanganan pada jalan provinsi maupun nasional selama kerusakannya masih dalam skala kecil dan memungkinkan untuk ditangani secara langsung.
“Jika ditemukan lubang kecil di jalan nasional atau provinsi dan masih bisa diperbaiki, tim kami langsung turun melakukan penambalan,” jelas Made.
Namun, untuk kerusakan yang lebih luas dan memerlukan penanganan struktural, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi maupun pusat.
Sejumlah ruas jalan dengan tingkat kerusakan cukup parah, seperti Jalan Hasanudin, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Imam Bonjol, akan diperbaiki secara menyeluruh per ruas. Proses pengadaan material saat ini tengah berlangsung melalui sistem e-katalog.
Perbaikan nantinya dilakukan dengan metode overlay atau pelapisan ulang aspal agar hasilnya lebih kuat dan tahan lama dibandingkan sekadar tambal sulam.
Dua Tim Siaga Setiap Hari
Untuk memastikan penanganan berjalan optimal, PUPR Kota Kediri mengerahkan dua tim penyisiran yang bekerja setiap hari di seluruh wilayah kota. Tim tersebut tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif melakukan pengecekan rutin guna mendeteksi titik-titik kerusakan sejak dini.
Partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam percepatan perbaikan. Warga dapat melaporkan kondisi jalan rusak melalui layanan darurat 112 atau menyampaikan informasi melalui kantor kelurahan setempat.
Setiap laporan yang masuk akan diteruskan kepada tim teknis untuk segera ditindaklanjuti sesuai tingkat urgensi dan tingkat kerusakan di lapangan.
Dengan langkah tersebut, PUPR Kota Kediri berharap perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga keselamatan pengguna jalan tetap terjaga dan mobilitas masyarakat tidak terganggu.



