foto : Wildan Wahid Hasyim

96 Warga Kabupaten Kediri Lolos Pelatda Magang Jepang, 41 Sudah Kantongi Kontrak Kerja di Negeri Bunga Sakura

Bagikan Berita :

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri resmi menutup Pelatihan Daerah (Pelatda) Program Magang Jepang tahap 1 angkatan 388 tahun 2026. Penutupan yang digelar di Convention Hall ini menandai rampungnya pelatihan intensif selama 70 hari sebelum peserta melangkah ke tahap nasional.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Muhammad Solikin, menegaskan program magang ke Negeri Bunga Sakura ini, merupakan peluang strategis yang tidak datang dua kali. Ia meminta peserta menjaga kepercayaan yang telah dibangun Indonesia di mata industri Jepang.

“Peserta tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga daerah dan negara. Reputasi ini harus dijaga dengan sikap dan kinerja,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan non-teknis, mulai dari ketahanan mental, fisik, hingga kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja Jepang yang dikenal disiplin dan menuntut. Penggunaan media sosial pun diminta lebih bijak agar tidak memicu persoalan di lingkungan kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, melaporkan program ini diikuti 104 peserta sejak seleksi awal, dengan 96 orang bertahan hingga akhir pelatihan. Dari jumlah tersebut, 41 peserta telah mengamankan kontrak kerja dengan perusahaan di Jepang.

Pelatda dilaksanakan secara boarding di BLK Plemahan sejak 18 Februari hingga 24 April 2026. Materi yang diberikan meliputi bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, pembentukan karakter, hingga kesiapan fisik dan kesehatan.

Menurut Ibnu, program ini tidak sekadar meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk etos kerja dan kedisiplinan yang menjadi standar industri Jepang.

“Ini bagian dari upaya menekan pengangguran. TPT Kabupaten Kediri saat ini berada di angka 4,71 persen, turun dari sekitar 5,4 persen,” jelasnya.

Perwakilan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), Kumagai, menyebut tenaga kerja asal Indonesia memiliki reputasi kuat di Jepang. Bahkan, sekitar 70 persen peserta program magang yang dikelola IM Japan berasal dari Indonesia.

“Peserta Indonesia dikenal disiplin dan memiliki kualitas kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan tersendiri,” katanya.

Program pemagangan ini telah berlangsung sejak 1993 melalui kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan pemerintah daerah.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Bekasi sebelum diberangkatkan ke Jepang. Pemerintah Kabupaten Kediri berharap para peserta tidak hanya berhasil selama bekerja di luar negeri, tetapi juga kembali dengan pengalaman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan menuju masa depan yang lebih besar,” pungkas Solikin.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :