1.246 Warga Kabupaten Kediri Berebut Beasiswa, 780 Pendaftar Tidak Lolos Verifikasi Ketat Pastikan Hanya Berhak yang Menerima

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri menunjukkan komitmen besar dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Melalui program beasiswa pendidikan, Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran hingga Rp30 miliar setiap tahun untuk membantu warga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Namun, bantuan tersebut tidak diberikan secara sembarangan. Untuk memastikan program benar-benar tepat sasaran, Pemkab Kediri melakukan langkah khusus dengan mendatangi langsung rumah calon penerima melalui proses home visit atau kunjungan lapangan.

Kebijakan ini dilakukan agar penerima beasiswa bukan hanya lolos berdasarkan kelengkapan dokumen administrasi, tetapi juga benar-benar sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan di lapangan.

Proses verifikasi mulai dilakukan sejak 29 Juni 2026 oleh tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Pemeriksaan difokuskan pada calon penerima program Beasiswa Berdaya jenjang mahasiswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menegaskan bahwa proses verifikasi bukan bertujuan mempersulit masyarakat yang mengajukan bantuan. Sebaliknya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada pihak yang paling membutuhkan.

“Kita tidak menginginkan bantuan beasiswa ini tidak tepat sasaran, sehingga mereka yang lebih berhak justru kehilangan kesempatan,” ujar Muhsin, Rabu (8/7/2026).

Ribuan Pendaftar, Ratusan Harus Gugur dalam Seleksi

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang jauh melebihi kuota yang tersedia. Untuk program Beasiswa Berdaya jenjang mahasiswa tahap pertama, kuota yang disiapkan sebanyak 580 penerima.

Sementara jumlah masyarakat yang mengajukan bantuan mencapai 1.246 pendaftar.

Dari proses verifikasi yang sudah berjalan, sebanyak 245 calon penerima telah dinyatakan lolos verifikasi, sedangkan 780 pendaftar tidak lolos karena tidak memenuhi kriteria yang ditentukan.

Meski demikian, proses seleksi masih terus berlangsung. Verifikasi tahap pertama dijadwalkan berjalan hingga 18 Juli 2026 sebelum kemudian dilanjutkan dengan tahap berikutnya.

Dalam proses pemeriksaan, tim Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tidak hanya melihat berkas administratif. Petugas juga melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah aspek penting, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, kategori kesejahteraan berdasarkan Desil 1-5, prestasi akademik, hingga kondisi pribadi calon penerima.

Menurut Muhsin, verifikasi lapangan menjadi bagian penting agar manfaat program beasiswa benar-benar diterima oleh mahasiswa yang menghadapi kendala biaya pendidikan.

“Verifikasi ini menjadi penentu. Kami berharap manfaat program beasiswa benar-benar dirasakan oleh mereka yang kesulitan biaya pendidikan,” jelasnya.

Program Beasiswa Berdaya merupakan salah satu upaya Pemkab Kediri untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana disebut terus mendorong agar seluruh anak di Kabupaten Kediri memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap tidak ada lagi anak berprestasi yang harus menghentikan pendidikan hanya karena terkendala biaya.

Dengan anggaran besar dan sistem seleksi yang diperketat, Pemkab Kediri ingin memastikan setiap bantuan pendidikan benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)