foto : Wildan Wahid Hasyim

Usung Semangat Merah Putih, Bangunan Koperasi Desa Karanganyar Wates Rampung 100 Persen

Bagikan Berita :

KEDIRI — Upaya mendorong kemandirian ekonomi desa mulai menunjukkan hasil konkret. Pemerintah Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, mencatat progres signifikan dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini hampir mencapai 100 persen, hanya dalam waktu sekitar dua bulan.

Kepala Desa Karanganyar, Kardianto, menyebut percepatan pembangunan tersebut merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor. Pemerintah kabupaten, pemerintah desa, Kodim 0809 hingga partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama di balik capaian tersebut.

“Secara fisik alhamdulillah sudah hampir 100 persen. Ini berkat dukungan semua pihak, sehingga dalam waktu kurang lebih dua bulan bisa selesai,” ujarnya, ditemui usai acara zoom meeting bersama Kodam V Brawijaya bertempat di gedung KDMP.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa selesainya pembangunan fisik bukanlah tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi benar-benar berfungsi optimal dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga.

“Kami berharap segera ada tindak lanjut program dari pusat, termasuk kelengkapan fasilitas seperti ruang kerja, klinik, hingga gudang, agar bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Pusat Ekonomi Baru Berbasis Pertanian

Lebih dari sekadar bangunan, KDKMP di Karanganyar diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung warga.

Kardianto menjelaskan, koperasi ini diharapkan mampu menampung hasil panen petani lokal, sehingga ketergantungan terhadap pasar luar daerah dapat dikurangi.

“Selama ini hasil panen seperti sayur harus dikirim ke luar daerah. Harapannya ke depan bisa ditampung di desa sendiri, sehingga harga lebih stabil dan menguntungkan petani,” paparnya.

Tak hanya itu, koperasi juga dirancang untuk menyediakan kebutuhan pertanian seperti pupuk, obat-obatan, hingga distribusi energi seperti gas, yang selama ini sulit diakses warga secara dekat.

Tantangan Sosialisasi dan SDM

Di balik progres pembangunan yang cepat, proses awal tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kardianto mengakui bahwa tantangan utama terletak pada sosialisasi program kepada masyarakat.

“Awalnya memang tidak mudah memberikan pemahaman, tapi dengan pendekatan yang tepat akhirnya masyarakat bisa menerima dan mendukung,” ungkapnya.

Ke depan, penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian serius. Pemerintah desa berkomitmen melibatkan warga lokal dalam pengelolaan koperasi, termasuk dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Kami ingin dikelola oleh masyarakat sendiri, supaya ada rasa memiliki dan koperasi bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sinergi dengan BUMDes, Hindari Tumpang Tindih

Dalam pengembangannya, KDKMP akan berjalan beriringan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pemerintah desa memastikan keduanya tidak saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

Fokus awal koperasi akan diarahkan pada sektor riil, khususnya pertanian. Sementara unit usaha simpan pinjam masih menunggu regulasi lebih lanjut guna meminimalkan potensi risiko.

“Kami ingin koperasi dan BUMDes ini saling mendukung. Semua demi kemajuan ekonomi desa,” tegasnya.

Gotong Royong Jadi Fondasi

Kardianto menutup dengan menekankan pentingnya semangat kolektif dalam mengembangkan koperasi desa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan program tersebut.

“Monggo kita bareng-bareng sukseskan. Dengan kebersamaan dan kemauan untuk maju, kami yakin ekonomi desa bisa tumbuh lebih kuat,” pungkasnya.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :