KEDIRI – Deru mesin jet ski mulai memecah ketenangan aliran Sungai Brantas. Di bawah bayang-bayang megah Jembatan Brawijaya, sebuah wajah baru pariwisata Kota Kediri perlahan mulai diperkenalkan.
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) memberikan sinyal positif terhadap rencana pengembangan wisata air di Sungai Brantas. Konsep yang tengah diuji coba tersebut menawarkan pengalaman berbeda, yakni menikmati sensasi mengendarai jet ski hingga berkeliling menggunakan kapal keluarga.
Meski masih dalam tahap uji coba, kehadiran wahana air ini telah mencuri perhatian masyarakat. Banyak warga penasaran ingin merasakan langsung sensasi melaju di atas permukaan Sungai Brantas yang selama ini lebih dikenal sebagai bagian penting dari kehidupan Kota Kediri.
Pengelola wisata jet ski, Yogi, mengungkapkan ide menghadirkan wahana tersebut muncul setelah melihat keberhasilan pemanfaatan Sungai Brantas sebagai kawasan wisata di Mojokerto.
Menurutnya, karakter Sungai Brantas di Kota Kediri memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata air. Terlebih, keberadaan Jembatan Brawijaya menjadi daya tarik visual yang dapat memperkuat konsep wisata tersebut.
“Kami terinspirasi dari Mojokerto yang berhasil memanfaatkan Sungai Brantas untuk wisata air, tidak hanya jet ski tetapi juga kapal keluarga. Kota Kediri memiliki ikon Jembatan Brawijaya dan sungainya cukup luas, sehingga kami mencoba melakukan uji ombak menggunakan jet ski di sini,” ujar Yogi.
Hasil uji coba tersebut menunjukkan respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga menjadi sinyal bahwa wisata air di Sungai Brantas memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu ikon baru Kota Kediri.
Saat ini, pengelola telah menyiapkan tiga unit jet ski. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi lima unit guna memenuhi kebutuhan pengunjung ketika wisata resmi dibuka.
Tidak hanya menawarkan adrenalin melalui jet ski, pengelola juga menyiapkan kapal keluarga yang nantinya akan membawa wisatawan menikmati perjalanan menyusuri Sungai Brantas. Rute yang direncanakan akan membentang hingga kawasan Waduk Waru Turi dan wilayah Ngadiluwih.
Keselamatan Jadi Prioritas, Pengunjung Akan Didampingi Petugas
Di balik keseruan melaju di atas air, aspek keselamatan menjadi perhatian utama pengelola. Setiap pengunjung diwajibkan menggunakan pelampung sebelum menaiki jet ski.
Selain itu, wahana ini hanya diperuntukkan bagi pengunjung dengan usia minimal 12 tahun. Pengelola juga menyiapkan tim penyelamat atau rescue untuk memastikan keamanan selama aktivitas berlangsung.
Sebelum mengendarai jet ski secara mandiri, setiap pengunjung akan mendapatkan pengarahan dan pelatihan singkat mengenai cara mengoperasikan kendaraan air tersebut.
“Pengunjung akan kami ajari terlebih dahulu cara mengendarai jet ski. Setelah dirasa mampu, mereka bisa mengendarai sendiri, tetapi tetap dalam pendampingan dan pengawasan petugas,” jelas Yogi.
Langkah tersebut dilakukan agar wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman menyenangkan, tetapi juga tetap merasa aman selama menikmati wahana baru ini.
Harapan Baru untuk Ekonomi Warga Sekitar Taman Brantas
Kehadiran wisata air di Sungai Brantas tidak hanya ditujukan sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru.
Yogi berharap kawasan sekitar Taman Brantas semakin hidup dengan hadirnya destinasi tersebut. Pergerakan wisatawan diyakini dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.
“Harapan kami, adanya wisata jet ski maupun kapal keluarga bisa mendongkrak pelaku UMKM di sekitar Taman Brantas. Semoga kawasan ini semakin ramai dan menjadi salah satu destinasi yang sesuai dengan slogan Wali Kota Kediri, yaitu Kediri Ngangeni,” katanya.
Jika terealisasi, wisata air Sungai Brantas berpotensi menjadi ruang rekreasi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Kediri.
Warga Antusias: Sensasi Jet Ski Sungai Brantas Dinilai Tak Kalah dengan Destinasi Luar Kota
Salah satu warga yang berkesempatan mencoba uji coba jet ski, Naima, mengaku terkesan dengan pengalaman tersebut.
Warga Kecamatan Plosoklaten itu menilai kehadiran wahana ini menjadi alternatif wisata baru bagi masyarakat Kediri yang ingin menikmati aktivitas air tanpa harus bepergian jauh.
“Hari ini saya berkesempatan menjadi salah satu yang pertama mencoba trial jet ski di Sungai Brantas. Menurut saya keren sekali. Jadi warga Kediri kalau ingin bermain jet ski tidak perlu jauh-jauh ke Mutiara,” ungkap Naima.
Ia juga menyebut sensasi mengendarai jet ski di Sungai Brantas hampir serupa dengan pengalaman yang pernah dirasakannya di tempat wisata lain.
Menurut Naima, masyarakat kini tinggal menunggu waktu hingga wisata tersebut resmi dibuka untuk umum.
Dengan hadirnya konsep wisata air ini, Sungai Brantas tidak hanya menjadi aliran sejarah bagi Kota Kediri, tetapi juga berpeluang menjelma menjadi ruang rekreasi modern yang menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan.
Dari riak air yang sederhana, muncul harapan besar: menjadikan Sungai Brantas sebagai denyut baru pariwisata Kediri yang semakin dikenal luas.
Jurnalis : Radistiya Sadam Inzagi



