Ribuan Motor Legendaris Penuhi Lapangan SLG, Festival Bebek Kediri Series 1

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Deru mesin motor bebek legendaris menggema di Lapangan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Minggu (12/7). Bukan sekadar suara kendaraan, melainkan denting nostalgia dan semangat persaudaraan dari ribuan pecinta motor yang datang membawa cerita masing-masing.

Sekitar 1.000 penggemar motor bebek memadati kawasan ikonik tersebut dalam Festival Bebek Kediri Series Vol. 1. Acara ini menjadi ruang temu bagi para pencinta motor Honda klasik sekaligus wadah untuk menghidupkan kembali budaya berkendara yang aman, kreatif, dan penuh kebersamaan.

Antusiasme peserta bahkan melampaui perkiraan awal panitia. Jika sebelumnya festival hanya diproyeksikan menarik komunitas dari wilayah Kediri, kenyataannya peserta dari berbagai daerah justru berdatangan membawa semangat yang lebih besar.

Ketua Paguyuban Motor Honda Kediri, Yuda Hendra, mengatakan kegiatan tersebut hadir sebagai upaya merangkul generasi muda agar menyalurkan kecintaan terhadap motor melalui aktivitas positif.

“Kami ingin lebih mendekatkan diri kepada teman-teman yang biasanya berkendara secara bebas, sekaligus mengenalkan pentingnya safety riding,” ujar Yuda.

Menurutnya, komunitas motor bukan hanya tentang kendaraan, tetapi juga tentang membangun hubungan sosial, berbagi pengalaman, dan menciptakan budaya berkendara yang bertanggung jawab.

Dari Astrea hingga Karisma, Motor Bebek Legendaris Kembali Menjadi Pusat Perhatian

Festival ini menjadi panggung bagi berbagai jenis motor bebek Honda yang pernah menghiasi jalanan Indonesia. Mulai dari Astrea, Grand, Legenda, Supra, hingga Karisma, seluruhnya hadir dengan karakter dan kisah unik masing-masing.

Bagi sebagian peserta, motor tersebut bukan sekadar alat transportasi. Setiap lekukan bodi dan suara mesin menyimpan kenangan perjalanan panjang, mulai dari masa sekolah, aktivitas sehari-hari, hingga perjalanan bersama komunitas.

Selain menjadi ajang silaturahmi, festival juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Pengunjung dapat menikmati senam pagi, layanan servis motor, kegiatan sosial berupa santunan kepada lansia, hingga bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Perpaduan antara otomotif, hiburan, dan kegiatan sosial membuat Festival Bebek Kediri Series tidak hanya menjadi pertemuan komunitas, tetapi juga pesta rakyat yang membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Kontes Modifikasi Perdana, Kreativitas Anak Muda Unjuk Gigi

Salah satu daya tarik utama dalam gelaran perdana ini adalah kontes modifikasi motor bebek. Sebanyak 35 peserta beradu kreativitas dalam tujuh kelas perlombaan.

Ajang tersebut menjadi ruang bagi para modifikator untuk menunjukkan bahwa motor lama tetap bisa tampil memukau dengan sentuhan ide modern tanpa kehilangan karakter aslinya.

Melihat tingginya minat peserta, Yuda berharap Festival Bebek Kediri Series dapat kembali digelar pada tahun berikutnya dengan konsep yang lebih matang.

“Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pecinta motor bebek masih sangat besar. Ke depan kami ingin membuat acara ini lebih baik lagi,” katanya.

Kisah Wafa Habibi, Lima Tahun Merawat Hobi hingga Raih Prestasi

Di antara puluhan peserta kontes modifikasi, terdapat sosok Wafa Habibi asal Blitar yang berhasil mencuri perhatian. Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut sukses meraih juara dua pada kelas Bebek Series Touring.

Bagi Wafa, mengikuti kontes bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Ada pengalaman, pertemanan, dan ilmu baru yang menjadi alasan utama dirinya terus mengikuti berbagai kompetisi.

“Alasan ikut kontes yang pertama cari pengalaman, kedua cari relasi, yang ketiga nambah ilmu,” ujar Wafa.

Selama sekitar lima tahun menekuni dunia modifikasi motor, Wafa telah mengikuti sedikitnya lima kontes di berbagai wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menurutnya, sebuah motor modifikasi tidak hanya dinilai dari tampilan luar, tetapi juga dari konsep yang dibangun, kreativitas perubahan, hingga pemilihan komponen pendukung.

“Modifikasi itu bukan hanya soal mempercantik motor. Ada ide dan karakter yang ingin ditampilkan pemiliknya,” ungkapnya.

Mengubah Hobi Menjadi Peluang Ekonomi

Kecintaan Wafa terhadap dunia modifikasi membuatnya rela mengeluarkan biaya lebih dari Rp5 juta untuk mengembangkan motornya. Meski hadiah lomba belum mampu mengembalikan seluruh modal yang dikeluarkan, semangatnya tetap tidak padam.

Ia memilih menjadikan hobinya sebagai jalan untuk berkembang. Salah satunya dengan menjalankan usaha sampingan sebagai perantara jual beli sparepart motor.

Keuntungan dari transaksi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung hobinya, termasuk biaya mengikuti berbagai kontes modifikasi di daerah lain.

Bagi Wafa, dunia modifikasi bukan hanya tentang kendaraan, tetapi juga tentang proses belajar, membangun jaringan, dan mengejar passion.

Festival Bebek Kediri Series Vol. 1 menjadi bukti bahwa motor bebek legendaris masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Di tengah perkembangan kendaraan modern, motor-motor klasik tetap mampu mempertemukan banyak orang dalam satu ruang kebersamaan.

Dari suara mesin yang sederhana, lahir cerita tentang persahabatan, kreativitas, kepedulian sosial, hingga semangat anak muda untuk berkarya.

SLG Kediri hari itu bukan hanya dipenuhi kendaraan tua, tetapi juga dipenuhi energi baru dari komunitas yang ingin menunjukkan bahwa hobi dapat menjadi jembatan untuk melakukan hal-hal positif.

Jurnalis: Anisa Fadila

✓ Link berhasil disalin