Panen Perdana Mina Padi di SMKN 1 Semen, Bukti Inovasi Ketahanan Pangan Ditanam Bersama Karakter Siswa

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Lahan boleh terbatas, tetapi gagasan untuk menciptakan ketahanan pangan tak semestinya ikut dibatasi. Prinsip itulah yang tengah ditanamkan SMKN 1 Semen, Kabupaten Kediri, melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).

Di tengah keterbatasan lahan sekolah, padi tumbuh berdampingan dengan ikan. Untuk pertama kalinya, SMKN 1 Semen menggelar panen perdana mina padi, sekaligus memanen ikan lele yang dibudidayakan dalam rangkaian program tersebut.

Bagi sekolah, kegiatan ini bukan sekadar tentang berapa kilogram padi atau ikan yang berhasil dipetik. Lebih dari itu, panen menjadi ruang belajar terbuka bagi siswa untuk mengenal ketahanan pangan melalui pengalaman nyata.

Sejak proses menebar benih, merawat tanaman dan ikan, hingga tiba pada waktu panen, siswa dilibatkan secara langsung. Mereka tidak hanya melihat teori dari buku, tetapi merasakan sendiri bagaimana sebuah proses budidaya membutuhkan ketekunan, tanggung jawab, dan kerja bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri Adi Prayitno, S.Pd., M.M., serta Kasi SMK Sidik Purnomo, S.Pd., M.Si.

Sidik mengatakan, panen mina padi merupakan salah satu bentuk nyata implementasi program SIKAP di SMKN 1 Semen. Menurut dia, ukuran keberhasilan program tidak semata-mata terletak pada hasil panen.

Ada hal yang dinilai jauh lebih penting, yakni tumbuhnya kemauan dan motivasi siswa untuk mengenal, mencintai, serta mempraktikkan nilai-nilai ketahanan pangan.

“Ini bukan masalah jumlah panen yang kita capai, tetapi dari sisi kemauan dan motivasi dalam rangka membentuk karakter anak untuk mencintai program SIKAP,” ujar Sidik.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam budidaya hingga panen merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, siswa dibiasakan memahami bahwa ketahanan pangan bukan sekadar konsep, melainkan sesuatu yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Panen pun menjadi titik temu antara pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Siswa belajar bahwa sebuah hasil tidak hadir secara instan. Ada benih yang harus ditanam, dirawat, dan dijaga sebelum akhirnya dapat dipanen.

Selain melihat langsung pelaksanaan program SIKAP, jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri juga memberikan pembinaan kepada para guru SMKN 1 Semen.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah profesionalisme serta pemenuhan beban kerja guru ASN maupun PPPK sebesar 37,5 jam per minggu.

Sidik menjelaskan, selain menjalankan tugas mengajar, guru juga dapat melaksanakan tugas tambahan yang mendukung pengelolaan sekolah. Tugas tersebut antara lain sebagai wakil kepala sekolah, kepala perpustakaan, maupun pembina organisasi siswa.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno mendorong agar program SIKAP tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan terus dikembangkan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

Penguatan profesionalisme guru dan keberanian sekolah menciptakan inovasi juga dinilai penting untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Panen Perdana Jadi Pembelajaran Nyata

Kepala SMKN 1 Semen H. Muhammad Darusalam, S.Pd., M.M., mengatakan panen mina padi kali ini merupakan pengalaman perdana bagi sekolah sekaligus bagian dari pembelajaran nyata bagi siswa.

“Panen minapadi ini perdana. Kita mulai menanam atau menebar benih sampai dengan proses kemudian memanen, kita juga melibatkan siswa,” ungkap Darusalam.

Bagi siswa, proses tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda. Mereka terlibat bukan hanya ketika hasil sudah terlihat, melainkan sejak awal budidaya.

Dari proses itulah sekolah ingin menumbuhkan karakter, kemandirian, sekaligus semangat belajar siswa.

Pembelajaran seperti ini juga memberikan pesan sederhana: keterbatasan ruang bukan berarti keterbatasan kesempatan untuk berkarya.

Justru dari lahan yang tidak luas, sekolah mencoba menunjukkan bahwa inovasi dapat tumbuh jika ada kemauan untuk mencari cara.

48 Peneliti Muda Ikut Didorong Berkreasi

Kegiatan panen mina padi juga dirangkaikan dengan tindak lanjut program MPLS Ramah melalui kegiatan penelitian siswa.

Sebelumnya, SMKN 1 Semen telah melantik 48 peneliti muda. Para siswa tersebut kini mendapatkan ruang untuk mengembangkan berbagai gagasan, kreasi, dan penelitian.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mendorong siswa untuk mengamati persoalan di sekitar mereka dan mencari solusi melalui inovasi.

Program SIKAP dan penelitian siswa pun memiliki benang merah yang sama: memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman.

Darusalam berharap program SIKAP dapat terus berkembang dan menjadi bagian yang berkelanjutan dalam pembelajaran di sekolah.

Ia menegaskan, keterbatasan lahan tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan kreativitas.

“Harapannya adalah program SIKAP ini menjadi pembelajaran kita semuanya. Ternyata dari lahan yang sempit kita tidak boleh berhenti berinovasi, dan alhamdulillah berhasil. Harapannya bisa kontinu kegiatan ini,” pungkasnya.

Dari lahan yang terbatas, SMKN 1 Semen sedang menanam lebih dari sekadar padi. Ada karakter, kemandirian, semangat meneliti, dan kesadaran tentang ketahanan pangan yang coba ditumbuhkan bersama.

Panen perdana itu pun menjadi pengingat bahwa pendidikan tak selalu harus berlangsung di balik meja. Kadang, pelajaran terbaik justru tumbuh dari tanah, dirawat dengan tangan sendiri, lalu dipetik bersama.

Jurnalis: Navima Aulya Sava