KEDIRI – Persik Kediri menutup kalender pertandingan 2025 dengan hasil manis. Bermain di hadapan pendukung setianya, Macan Putih sukses menaklukkan Persis Solo dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, Jumat (27/12).
Sejak peluit awal dibunyikan, Persik langsung menunjukkan ambisi. Tim tuan rumah tampil agresif dengan mengambil inisiatif serangan melalui pergerakan cepat Ezra Walian dan Jose Enrique, yang berkali-kali merepotkan lini belakang Persis Solo.
Tekanan tersebut berbuah hasil pada menit ke-20. Persik mendapat hadiah penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang. Ezra Walian yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Persik unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Persis Solo berusaha bangkit. Sejumlah peluang diciptakan lewat Irfan Jauhari dan Kodai Tanaka. Namun, solidnya penampilan penjaga gawang Persik, Leo Navacchio, membuat upaya tim tamu belum membuahkan hasil.
Alih-alih kebobolan, Persik justru kembali menambah keunggulan menjelang turun minum. Jose Enrique mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Wigi Pratama. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki paruh kedua, Persik melakukan penyegaran. Bayu Otto dan Pedro Matos masuk menggantikan Wigi Pratama serta Syahrian Abimanyu. Pergantian ini membawa dampak positif. Kombinasi keduanya membuat sektor kanan serangan Persik semakin hidup dan dinamis.
Di sisi lain, Persis Solo tampil lebih dominan dalam penguasaan bola pada babak kedua. Meski demikian, rapatnya pertahanan Persik membuat serangan demi serangan tim tamu kerap kandas sebelum memasuki area berbahaya.
Gol balasan Persis baru tercipta di menit-menit akhir pertandingan melalui situasi sepak pojok. Bek Persis, Xandro Schenk, yang ikut membantu serangan, berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Persik Kediri.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui penalti di babak pertama menjadi titik balik laga. Ia menilai timnya kehilangan momentum setelah tertinggal lebih dulu.
“Penalti itu sangat merugikan kami. Setelahnya kepercayaan diri menurun. Crossing dan passing harus diperbaiki, pemain juga harus lebih berani. Kami harus belajar dari kekalahan ini,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku puas dengan performa anak asuhnya.
“Kami sangat senang dengan hasil ini. Sesuai dengan apa yang kami harapkan. Tim bekerja keras selama tiga pekan terakhir. Meski kebobolan di menit akhir, kami tetap mampu menjaga kemenangan,” kata Reina.
Ia menambahkan, perubahan skema dilakukan untuk merespons man marking Persis Solo di lini tengah. Reina juga menyoroti penampilan Firly yang dipercaya tampil sebagai starter.
“Firly berlatih dengan sangat baik dan menunjukkan tanggung jawab. Saya selalu menilai semua pemain dari nol. Mereka harus membuktikan kualitasnya,” tegasnya.
Kemenangan ini menjadi penutup sempurna bagi Persik Kediri di tahun 2025, sekaligus suntikan kepercayaan diri jelang laga berikutnya menghadapi Persib Bandung pada 5 Januari mendatang.



