foto : Sigit Cahya Setyawan

Antusiasme Tinggi, Panpel Sebut Laga Persik vs Persis Paling Ramai dan Aman Sepanjang Musim

Luar Prediksi, Ribuan Suporter Persis Padati Stadion Brawijaya

KEDIRI – Laga antara Persik Kediri melawan Persis Solo di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/12), tak hanya menyajikan duel sengit di atas lapangan. Antusiasme luar biasa juga terlihat di tribun stadion, khususnya dari kehadiran ribuan suporter tim tamu.

Sedikitnya 7.000 suporter Persis Solo datang langsung ke Kediri dengan berbagai moda transportasi. Jumlah tersebut jauh melampaui prediksi panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

Ketua Panpel, Tri Widodo, mengungkapkan bahwa panitia awalnya memperkirakan hanya sekitar 2.500 suporter tamu yang hadir. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan antusiasme yang jauh lebih besar.

“Prediksi kami hanya sekitar 2.500 suporter tamu yang datang ke Kediri. Hubungan antar suporter yang cukup baik membuat hal ini tidak bisa dibatasi. Untuk mengantisipasi, kami siapkan tribun B dan D,” ujarnya.

Widodo juga mengakui bahwa keputusan tersebut memiliki konsekuensi berupa sanksi denda. Meski demikian, pihak panpel siap menanggung risiko tersebut demi kelancaran dan keamanan pertandingan.

“Konsekuensinya memang ada denda sekitar Rp25 juta dan kami siap. Laga ini menjadi pertandingan dengan jumlah suporter terbanyak. Kurang lebih ada 7.000 suporter yang hadir,” jelasnya.

Menariknya, meski ribuan suporter tim tamu memadati stadion, jalannya pertandingan berlangsung aman dan kondusif. Tidak terlihat gesekan maupun ketegangan berarti antara pendukung kedua tim, meskipun laga berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah Macan Putih.

Usai pertandingan, pemandangan harmonis justru terlihat. Suporter Persik Kediri dan Persis Solo keluar stadion secara bersamaan tanpa sekat, tanpa provokasi, dan tanpa tanda-tanda perpecahan—sebuah potret positif bagi iklim sepak bola nasional.

“Pertandingan berlangsung aman. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama aparat keamanan, suporter Persik, dan suporter Persis,” tambah Widodo.

Kondusifnya laga ini menjadi bukti bahwa rivalitas di lapangan hijau bisa tetap berjalan seiring dengan kedewasaan suporter di tribun, sekaligus menjadi contoh bahwa sepak bola dapat menjadi ruang persatuan, bukan perpecahan.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan