Pengecekan lampu lalu lintas

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Dishub Kediri Siapkan 7 Pos Pengamanan dan Peta Titik Rawan Macet

Bagikan Berita :

KEDIRI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri mulai mematangkan berbagai persiapan guna menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sejumlah langkah strategis disiapkan sesuai instruksi dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Mulai dari penempatan personel di pos pengamanan, pengaturan lalu lintas di titik rawan kemacetan, hingga penguatan pengawasan di perlintasan kereta api.

Kabid Pengendalian dan Operasional Dishub Kabupaten Kediri, Surani, menjelaskan pihaknya telah menggelar forum koordinasi lintas sektor sebagai langkah awal memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Beberapa hari lalu kami melaksanakan forum koordinasi di Dinas Perhubungan untuk mempersiapkan langkah-langkah menghadapi arus mudik Lebaran. Prinsip utamanya adalah memastikan kelancaran, ketertiban, keselamatan, dan keamanan lalu lintas di wilayah Kabupaten Kediri,” ujar Surani.

Dalam pengamanan arus mudik nanti, Dishub akan bergabung bersama aparat kepolisian melalui posko terpadu yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Secara keseluruhan akan disiapkan tujuh pos pengamanan, dengan rincian enam pos berada di wilayah Kabupaten Kediri dan satu pos berada di wilayah Kota Kediri.

Personel Dishub akan disiagakan untuk membantu pengaturan lalu lintas selama masa mudik, termasuk menyiapkan sarana pendukung seperti barrier pengatur arus kendaraan di sejumlah simpang utama.

Dishub juga telah memetakan sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi titik rawan kemacetan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Simpang Mengkreng di Kecamatan Papar.

Menurut Surani, kawasan tersebut merupakan titik pertemuan arus kendaraan dari tiga wilayah, yakni Kediri, Jombang, dan Nganjuk, sehingga berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik.

“Di Mengkreng terjadi pertemuan arus kendaraan dari tiga daerah. Jika terjadi kepadatan, arus kendaraan akan dialihkan melalui jalur alternatif menuju Kelutan ke arah Nganjuk maupun melalui Bogo menuju Malang,” jelasnya.

Program Angkutan Balik Ramadan

pengawasan di perlintasan kereta api

Selain Simpang Mengkreng, beberapa titik lain yang diprediksi mengalami kepadatan lalu lintas adalah Kandangan yang menjadi jalur penghubung Kediri–Malang, serta Simpang Bogo yang kerap menjadi jalur pengalihan kendaraan dari arah Papar maupun Jombang.

Sementara itu, Simpang Branggahan kini juga masuk dalam daftar prioritas pengawasan. Peningkatan arus kendaraan di kawasan tersebut terjadi sejak dibukanya jalur baru yang menghubungkan Kediri dengan wilayah sekitar.

“Branggahan sekarang menjadi perhatian karena arus kendaraan semakin meningkat. Jalur ini juga menjadi akses menuju kawasan wisata serta menuju sejumlah pondok pesantren besar di wilayah barat Sungai Brantas,” tambah Surani.

Selain fokus pada kelancaran arus kendaraan, Dishub juga meningkatkan pengawasan di perlintasan kereta api guna mengantisipasi potensi kecelakaan. Saat ini terdapat 12 perlintasan kereta api yang dijaga oleh personel Dishub dengan sistem penjagaan tiga shift.

“Personel ditempatkan di perlintasan tersebut untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, terutama ketika frekuensi perjalanan kereta meningkat selama masa mudik,” terangnya.

Untuk menjamin keselamatan transportasi umum, Dishub juga melakukan ramp check terhadap bus angkutan penumpang. Pemeriksaan ini mencakup kelengkapan administrasi, kondisi teknis kendaraan, hingga kesiapan pengemudi.

Selain pengamanan arus mudik, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dishub juga kembali menggelar program angkutan balik gratis bagi warga yang bekerja di Jakarta. Program ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat kembali ke tempat kerja setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Pendaftaran program tersebut akan dibuka mulai 14 Maret 2026, dengan jadwal keberangkatan pada 24 Maret 2026 dari Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri. Tahun ini Dishub menyiapkan dua armada bus dengan total kuota sekitar 100 penumpang.

“Program balik gratis ini sudah memasuki tahun ketiga. Kuotanya tetap dua bus dengan kapasitas sekitar 100 orang,” jelas Surani.

Ia pun mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik dan selalu mengutamakan keselamatan.

“Kami berharap para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan selamat sampai tujuan. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik serta pahami titik-titik rawan kemacetan agar perjalanan lebih lancar,” pungkasnya.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :