KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam melestarikan tradisi musik patrol melalui Festival Musik Patrol Malam Takbiran 1447 Hijriah. Penyerahan hadiah kepada para pemenang yang berlangsung di halaman Balai Kota Kediri, Senin (6/4), menjadi puncak apresiasi atas kreativitas sekaligus upaya menjaga warisan budaya lokal.
Festival yang memperebutkan Piala Bergilir Wali Kota Kediri ini menyediakan total hadiah Rp50 juta. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi seni tradisional yang lekat dengan suasana malam Lebaran.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa festival musik patrol akan terus digelar secara rutin setiap tahun. Menurutnya, keberlanjutan agenda ini penting untuk menjaga eksistensi musik tradisional di tengah arus modernisasi.
“Penilaian tidak hanya pada penampilan, tetapi juga pada penggunaan alat musik. Semakin kental unsur tradisionalnya, semakin tinggi nilai yang diberikan. Kreativitas, termasuk kostum dan aransemen lagu, juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, festival ini sekaligus diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat, terutama saat momentum Lebaran, termasuk bagi para pemudik yang kembali ke kampung halaman. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung terciptanya suasana kota yang aman dan kondusif.
Juara pertama dalam kompetisi ini diraih oleh tim Kelurahan Semampir. Perwakilan tim, Ibra Ganie Saputra, menjelaskan bahwa kelompoknya mengusung konsep patrol tradisional dengan tetap mematuhi ketentuan lomba, seperti tampil berjalan kaki tanpa kendaraan serta menggunakan alat musik tradisional.
“Alat musik yang kami gunakan antara lain bonang, kendang, marching bell, bass drum, dan sompret. Aransemen kami padukan dari unsur Bali, Banyuwangi, Jawa, hingga Ponorogo,” jelasnya.
Penampilan tim Semampir juga diperkaya dengan paduan vokal takbiran serta koreografi yang disusun secara mandiri. Persiapan dilakukan selama dua pekan dengan melibatkan 21 anggota yang berasal dari Karang Taruna dan perguruan silat setempat.
Dalam festival tersebut, panitia menetapkan juara peringkat satu hingga lima, serta 15 juara harapan. Juara pertama memperoleh hadiah Rp10 juta, disusul juara kedua Rp7,5 juta, juara ketiga Rp5 juta, juara keempat Rp3 juta, dan juara kelima Rp2 juta. Sementara itu, juara harapan 1 hingga 15 masing-masing menerima Rp1,5 juta.
Melalui festival ini, Pemerintah Kota Kediri tidak hanya mengapresiasi kreativitas generasi muda, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian tradisi musik patrol sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.



