KEDIRI – Derby Jawa Timur tersaji panas di Stadion Joko Samurdro Gresik, Sabtu (2/5). Persik Kediri tampil trengginas sejak menit awal dan sukses membungkam Arema FC dengan skor tipis 3-2 dalam laga yang penuh drama hingga peluit panjang.
Tuan rumah Persik Kediri langsung tancap gas. Belum genap 10 menit, publik Brawijaya bersorak. Umpan satu-dua cantik Adrian Luna dan Telmo Castanheira dituntaskan dengan dingin oleh Ernesto Gomes di menit ke-8. 1-0 untuk Macan Putih.
Dominasi Persik berlanjut, permainan bola-bola pendek ala Persik membuat lini tengah Arema FC kelimpungan. Gawang Singo Edan nyaris bobol lagi lewat sepakan Ernesto Gomes dan Jose Enrique, namun kiper Lucas Frigeri tampil kesetanan dengan sejumlah penyelamatan krusial.
Petaka bagi Arema datang di menit ke-8. Pressing ketat Persik memaksa barisan belakang Arema melakukan blunder fatal. Telmo Castanheira yang berdiri bebas tanpa ampun menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Derita Singo Edan belum selesai, memasuki menit ke-43, Ernesto Gomes kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lewat akselerasi dari sisi sayap, striker haus gol itu menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0 untuk Persik.
Unggul tiga gol membuat Persik menurunkan intensitas di babak kedua. Situasi ini dimanfaatkan Arema FC untuk keluar menyerang. Rio Fahmi dan Gabriel Silva bergantian mengancam pertahanan tuan rumah.
Pelatih Arema akhirnya memasukkan Joel Vinicius menggantikan Gustavo Franca di menit ke-61 untuk menambah daya gedor. Persik merespons dengan menarik Jose Enrique dan memasukkan Rodrigo Dias.
Usaha Arema akhirnya berbuah di menit ke-5. Umpan matang Salim Tuharea sukses disambar Dalberto untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-1.
Drama terjadi di masa injury time. Wallison Maia sukses menjebol gawang Persik dan membuat skor menjadi 3-2. Arema terus menggempur di sisa waktu, namun solidnya pertahanan Persik membuat skor tak berubah hingga laga usai.
Kemenangan ini memastikan tiga poin tetap di Kediri, sementara Arema FC harus pulang dengan kepala tertunduk meski nyaris menciptakan comeback apik.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



