KEDIRI — Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) resmi melantik 15 anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3) periode 2026–2029. Pelantikan berlangsung di Ruang Sapta Pesona, kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo, Selasa (11/3).
Momentum ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Kediri yang dikenal memiliki kekayaan sejarah, tradisi, dan seni yang beragam.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, melalui Sekretaris Daerah Mohamad Solikin, menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri memiliki warisan budaya yang sangat kaya, mulai dari peninggalan masa lampau hingga berbagai ekspresi budaya yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Dewan Kebudayaan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan.
“Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi kebudayaan di Bumi Panji. Dewan Kebudayaan memiliki peran vital sebagai mitra pemerintah daerah dalam merumuskan arah kebijakan kebudayaan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kediri menitipkan tiga tanggung jawab utama kepada para anggota DK3 yang baru dilantik.
Pertama, mengawal sekaligus mengusulkan berbagai program pemajuan kebudayaan yang inovatif. Kedua, menjadi wadah aspirasi serta ruang kreativitas bagi para seniman, pelaku seni budaya, dan praktisi kebudayaan di Kabupaten Kediri. Ketiga, menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya daerah, baik yang bersifat benda maupun tak benda, di tengah derasnya arus modernisasi.
Pemerintah daerah berharap kepengurusan DK3 periode 2026–2029 mampu membangun kolaborasi yang kuat antara komunitas budayawan, seniman, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
“Saya berharap kebudayaan di Kabupaten Kediri tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu memberikan dampak positif sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Jadikan momentum ini sebagai bentuk pengabdian untuk pemajuan kebudayaan di Kabupaten Kediri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri yang baru dilantik, Imam Mubaroq, mengatakan bahwa fokus kerja DK3 ke depan akan mengacu pada objek pemajuan kebudayaan yang mencakup berbagai unsur budaya.
Beberapa di antaranya meliputi pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, permainan rakyat, ritus atau tradisi adat, seni, bahasa, serta unsur-unsur kebudayaan lainnya yang hidup di tengah masyarakat.
“Sepuluh objek pemajuan kebudayaan tersebut akan menjadi fokus kerja kami. Nantinya akan dibagi kepada anggota dari unsur masyarakat untuk terus dikaji dan dikembangkan,” ujarnya.
Melalui kepengurusan baru ini, diharapkan upaya pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan di Kabupaten Kediri dapat berjalan lebih terarah dan memberikan kontribusi nyata bagi identitas daerah serta pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bagikan Berita :








