KEDIRI — Pagi itu, suasana Lapangan Apel Mapolres Kediri terasa berbeda. Di tengah barisan personel yang rapi, hadir wajah-wajah penuh antusias menyambut sesuatu yang lebih dari sekadar peresmian fasilitas. Ada harapan baru yang ikut diluncurkan.
Bukan hanya soal teknologi atau bangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana fasilitas tersebut bisa memberi dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari personel.
Salah satu yang paling mencolok adalah berdirinya videotron berukuran 6×3 meter di area strategis. Layar besar itu tak sekadar menjadi media informasi, tetapi juga simbol keterbukaan dan percepatan komunikasi di lingkungan kepolisian.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, menyebutkan bahwa keberadaan videotron ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan informasi, baik untuk internal maupun masyarakat luas.
“Dengan teknologi yang lebih efisien, ini bukan hanya soal tampilan, tapi bagaimana informasi bisa tersampaikan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Tak jauh dari area tersebut, Kantin Pink Kemala mulai menunjukkan denyut kehidupan baru. Tiga tenant dengan menu berbeda hadir bukan untuk bersaing, melainkan saling melengkapi. Konsep ini sengaja dihadirkan agar setiap pengelola memiliki ruang usaha yang seimbang.
Bagi sebagian personel, kantin ini bukan sekadar tempat makan. Ia menjadi ruang interaksi, tempat melepas penat, sekaligus peluang ekonomi yang mulai tumbuh dari dalam institusi sendiri.
Namun, yang paling menyita perhatian adalah deretan gerobak listrik UMKM yang diserahkan secara simbolis. Dengan desain praktis berbasis sepeda listrik, gerobak ini membuka jalan baru bagi personel yang ingin menambah penghasilan.
Program ini tak sekadar bantuan, melainkan upaya mendorong kemandirian ekonomi. Pengelolaannya pun diserahkan melalui Primkoppol agar lebih terarah dan berkelanjutan.
“Harapannya, ini bisa menjadi peluang usaha yang benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya fasilitas yang berhenti di seremonial,” kata Bramastyo.
Menariknya, seluruh fasilitas ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial hingga kontribusi komunitas yang peduli terhadap institusi Polri.
Di balik itu semua, terselip pesan kuat: bahwa peningkatan kinerja aparat tak hanya ditopang oleh tugas dan disiplin, tetapi juga kesejahteraan dan dukungan lingkungan kerja yang memadai.
Kini, di sudut Mapolres Kediri, layar videotron mulai menyala, kantin mulai ramai, dan gerobak listrik siap melaju. Sebuah gambaran kecil tentang perubahan—yang pelan tapi pasti, membawa manfaat lebih luas.
Bagikan Berita :








