Bukan Sekadar Bermain, Inilah Keseruan Ratusan Anak PAUD di Kediri Belajar Hadapi Bencana

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Mengenalkan kesiapsiagaan bencana tidak harus dimulai dengan suasana tegang dan menakutkan. Di tangan para pendidik dan petugas kebencanaan, pengetahuan tentang keselamatan justru bisa hadir melalui permainan, pengalaman langsung, dan keceriaan anak-anak.

Suasana itulah yang terlihat di GOR Jayabaya, Kota Kediri, Senin (2/11). Sekitar 500 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti program SIGAP (Siap, Peduli, dan Tanggap Bencana), sebuah kegiatan edukasi yang dirancang untuk menanamkan kesadaran menghadapi bencana sejak usia dini.

Program yang digelar Dinas Pendidikan Kota Kediri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kediri tersebut berlangsung interaktif. Ratusan anak tampak antusias menyambangi tenda-tenda edukasi, mengenal berbagai perlengkapan petugas, hingga mencoba langsung praktik penyelamatan diri.

Melalui konsep belajar sambil bermain, anak-anak diperkenalkan pada beragam potensi bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak memahami langkah sederhana untuk melindungi diri ketika situasi darurat terjadi.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi upaya pengenalan edukasi kebencanaan kepada anak-anak sejak usia dini. Menurutnya, pengetahuan tentang keselamatan bukan dimaksudkan untuk menanamkan ketakutan, melainkan membentuk keberanian, kemandirian, dan kemampuan merespons keadaan darurat secara tepat.

“Kita ingin anak-anak memiliki keberanian dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi mandiri serta terbiasa mengikuti arahan ketika menghadapi keadaan darurat,” ujar Vinanda.

Ia berharap pendekatan edukasi yang dikemas secara menyenangkan dapat membuat pesan keselamatan lebih mudah dipahami sekaligus melekat dalam ingatan anak-anak.

Vinanda juga mengingatkan bahwa dalam situasi darurat, menjaga ketenangan merupakan hal penting. Anak-anak perlu membiasakan diri untuk tidak saling mendorong, mendengarkan instruksi guru, serta mengikuti arahan petugas maupun orang dewasa.

Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak cukup hanya dipelajari saat kegiatan berlangsung. Nilai-nilai kesiapsiagaan perlu diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, dengan dukungan orang tua dan tenaga pendidik.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono menjelaskan bahwa program SIGAP merupakan langkah awal untuk memperkenalkan pengetahuan kebencanaan kepada peserta didik, khususnya anak-anak usia dini.

“Mengenalkan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, kebakaran, dan lainnya,” jelas Mandung.

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 anak dari lembaga PAUD negeri maupun swasta se-Kota Kediri. Mereka didampingi lebih dari 200 guru dan pendamping, serta melibatkan kepala sekolah dan Bunda PAUD.

Mandung menilai pengenalan kesiapsiagaan sejak dini menjadi kebutuhan penting. Sebab, bencana dapat datang tanpa bisa dipastikan waktu dan situasinya. Karena itu, anak-anak perlu memiliki bekal pengetahuan dasar agar tidak sepenuhnya kebingungan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Untuk memberikan pemahaman dini mengenai kesiapsiagaan anak-anak apabila terjadi bencana. Kita tidak tahu kapan bencana datang. Minimal anak-anak sudah mengenal dan mengetahui apa yang harus dilakukan,” terangnya.

Edukasi kebencanaan ini juga tidak akan berhenti di lingkungan PAUD. Dinas Pendidikan Kota Kediri berencana melanjutkan program serupa ke jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Kolaborasi dengan BPBD pun akan terus diperkuat agar semakin banyak satuan pendidikan memiliki pemahaman dan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan masing-masing.

Sebagai penutup, kegiatan SIGAP diwarnai simulasi pemadaman kebakaran bersama petugas Damkar. Dalam sesi tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman langsung mengenal proses penanganan kebakaran sekaligus memahami peran petugas dalam menghadapi keadaan darurat.

Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, SIGAP menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan merupakan pengetahuan yang perlu ditanamkan sejak awal kehidupan. Sebab, keberanian menghadapi bencana tidak selalu lahir dari pengalaman besar, tetapi dapat tumbuh dari pemahaman sederhana yang diajarkan sejak dini.

Dari ruang belajar hingga arena simulasi, anak-anak Kediri diajak memahami satu hal penting: ketika bencana datang, ketenangan, pengetahuan, dan kemampuan mengikuti arahan dapat menjadi bekal untuk menyelamatkan diri.

Jurnalis: Anisa Fadila