foto : Wildan Wahid Hasyim

Bawa Tongkat dan Knalpot Brong, 30 Oknum Suporter Persik Kediri Diamankan Polisi

KEDIRI – Aparat gabungan Polres Kediri mengamankan sedikitnya 30 orang, mayoritas remaja di bawah umur, saat operasi pengamanan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Persik Kediri, Sabtu (09/05) dini hari. Mereka mengaku hendak mengikuti konvoi dan perayaan bersama Persikmania di Stadion Brawijaya.

Kapolsek Ngasem Ipda Heri Priadi mengatakan operasi dilakukan untuk mengantisipasi gangguan ketertiban selama perayaan berlangsung, termasuk potensi balap liar dan konvoi yang meresahkan masyarakat.

“Pengamanan ini kami lakukan untuk mengantisipasi kegiatan suporter Persik yang merayakan ulang tahun klub. Kami juga menindak kendaraan yang tidak memenuhi kelengkapan maupun aturan lalu lintas,” kata Heri.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan berbagai pelanggaran, seperti penggunaan kendaraan tidak standar, knalpot brong, pengendara tanpa helm, hingga motor yang membawa penumpang lebih dari dua orang.

Selain itu, polisi turut menyita sejumlah tongkat yang dibawa oknum suporter karena dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan memicu gangguan keamanan saat konvoi berlangsung.

“Jika ada yang membawa bendera dengan tongkat dan mengganggu arus lalu lintas, tongkatnya kami amankan sementara. Untuk benderanya tetap kami kembalikan,” ujarnya.

Puluhan remaja yang terjaring kemudian dibawa untuk didata dan menjalani pembinaan. Sementara kendaraan yang melanggar aturan turut diamankan polisi guna pemeriksaan lebih lanjut.

Heri menegaskan, pihak kepolisian masih mempertimbangkan langkah lanjutan terhadap para pelanggar dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif.

“Kami lakukan pembinaan terlebih dahulu, lalu akan kami klasifikasikan tingkat pelanggarannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Ipda Akhlis menyebut penggunaan knalpot brong masih menjadi keluhan utama masyarakat saat konvoi malam akhir pekan.

Menurut dia, selain mengganggu kenyamanan warga, aksi membawa tongkat saat konvoi juga berisiko memicu gangguan keamanan dan membahayakan pengguna jalan lain.

“Keluhan masyarakat paling banyak soal knalpot brong dan membawa tongkat yang bisa membahayakan jika disalahgunakan,” katanya.

Polisi juga mengimbau para remaja agar menghindari aktivitas negatif seperti balap liar maupun konvoi yang melanggar aturan, serta lebih fokus pada kegiatan positif dan produktif.

“Kami berharap generasi muda memanfaatkan waktunya untuk kegiatan yang bermanfaat, baik di bidang pendidikan maupun olahraga,” tutur Ipda Akhlis.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim