Ratusan Siswa Kediri Pulih Usai Diduga Keracunan MBG, Penyebab Masih Misterius, Kadinkes : SPPG Dihentikan Sementara

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Kabar melegakan datang dari Kabupaten Kediri. Setelah sempat dilanda kepanikan akibat dugaan keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), seluruh siswa yang sebelumnya menjalani perawatan kini telah berangsur pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Di balik pulihnya kondisi para siswa, teka-teki mengenai penyebab pasti insiden tersebut masih belum terjawab. Pemerintah daerah hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga menjadi pemicu kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, M.Kes., mengatakan seluruh siswa yang sempat mendapatkan perawatan medis kini telah berada dalam kondisi baik.

Menurutnya, selama menjalani perawatan, para siswa telah menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium sesuai standar pelayanan medis. Namun, hasil pemeriksaan tersebut baru menunjukkan adanya gangguan pada saluran pencernaan atau gastrointestinal, sehingga belum dapat memastikan sumber penyebab kejadian.

“Secara epidemiologis, kejadian ini telah masuk dalam kategori keracunan makanan. Namun, untuk mengetahui penyebab pastinya masih diperlukan pemeriksaan laboratorium penunjang terhadap sampel,” ujar Ahmad, Kamis (30/7).

Sementara proses investigasi masih berlangsung, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwodadi tetap dihentikan sementara. Penghentian layanan tersebut turut berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 1 Kras.

Kepala SMP Negeri 1 Kras, Soedjito, memastikan seluruh siswa yang sebelumnya terdampak telah kembali mengikuti aktivitas belajar mengajar seperti biasa.

“Seluruh siswa yang sebelumnya terdampak sudah kembali masuk sekolah,” katanya.

Meski kegiatan belajar telah berjalan normal, distribusi program MBG di sekolah tersebut masih dihentikan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan serta tindak lanjut dari instansi terkait.

“Sementara itu, untuk MBG siswa SMPN 1 Kras masih dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu hasil uji laboratorium yang diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti dugaan keracunan tersebut sekaligus menjadi dasar penentuan langkah lanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

jurnalis : Anisa Fadila – Navima Aulya Sava