Sandang Ban Kapten Termuda, Balqis Ayunda Salsabila Curi Perhatian di Turnamen Voli Piala Wali Kota Kediri

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Pertandingan penuh drama tersaji dalam Turnamen Voli Piala Wali Kota Kediri. Duel sengit antara tim putri Kelurahan Burengan melawan Kelurahan Setono Pande harus berakhir melalui lima set sebelum Burengan memastikan kemenangan dengan skor akhir 3-2 di Lapangan Omah Sawah, Selasa (7/7).

Meski gagal membawa timnya melaju, sosok kapten Kelurahan Setono Pande, Balqis Ayunda Salsabila, justru menjadi perhatian. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, siswi SMA Negeri 8 Kediri tersebut dipercaya memimpin tim sekaligus menunjukkan mental bertanding layaknya atlet berpengalaman.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Burengan tampil dominan dengan merebut set pertama 25-13. Namun, Setono Pande tidak tinggal diam. Balqis dan rekan-rekannya mampu bangkit dengan memenangkan set kedua 25-20 dan berbalik unggul setelah mengamankan set ketiga dengan skor 25-21.

Tekanan semakin meningkat pada set keempat. Burengan berhasil menjaga asa dengan merebut kemenangan 23-15 dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set kelima, Burengan tampil lebih konsisten hingga akhirnya mengunci kemenangan 15-9.

Kapten tim putri Burengan, Ana Lailatul, mengungkapkan rasa bangganya terhadap perjuangan seluruh pemain yang mampu menjaga kekompakan hingga akhir pertandingan.

“Hasil ini berkat kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kami berusaha tetap tenang mengikuti permainan. Persiapannya memang cukup mendadak karena setiap pemain memiliki kesibukan masing-masing, bahkan belum sempat latihan bersama secara khusus,” ujar Ana.

Menurut Ana, kekuatan utama tim Burengan terletak pada perpaduan pemain muda dan ibu-ibu yang mampu membangun chemistry saat pertandingan berlangsung. Hasil laga tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Sementara itu, di kubu Setono Pande, nama Balqis Ayunda Salsabila menjadi salah satu sorotan utama. Atlet muda tersebut telah mengenal dunia voli sejak usia 12 tahun dan kini aktif memperkuat klub sekaligus membela tim kelurahannya.

Perjalanan Balqis menjadi atlet tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah menghadapi kendala ketika berpindah klub akibat persoalan administrasi. Bahkan, ia harus membayar denda agar mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus berkembang.

Kesibukan sebagai pelajar kelas XII tidak membuat Balqis meninggalkan dunia olahraga. Ia tetap berusaha menjaga kedisiplinan dengan membagi waktu antara sekolah dan latihan.

Sebelum berangkat sekolah, ia rutin melakukan latihan fisik ringan. Sementara waktu sepulang sekolah dan hari libur digunakan untuk berlatih bersama klub.

“Pertandingan hari ini memang belum berpihak kepada kami, tetapi ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan kami bisa tampil lebih baik,” kata Balqis.

Semangat Balqis tidak lepas dari dukungan keluarga. Sang ibu yang pernah menjadi atlet voli Indonesia Muda menjadi sosok penting yang terus memberikan dorongan agar dirinya berkembang di dunia olahraga.

Selain mengejar prestasi voli, Balqis memiliki cita-cita besar untuk menjadi anggota Polwan. Ia juga berharap suatu saat mampu memperkuat tim nasional Indonesia atau berkarier di kompetisi profesional seperti Proliga.

Jurnalis: Navima Aulya Sava

✓ Link berhasil disalin