Ratusan Suguhkan Tari Tongkat, Siap Jadi Pelopor Petani Milenial

KEDIRI – Suara hentakan ratusan tongkat yang dimainkan secara serempak memecah suasana Edukasi Wisata Taman Kleco, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (18/6/2026). Atraksi tari tongkat kolosal itu menjadi pembuka Jambore Ranting Kwartir Ranting (Kwarran) Pesantren 2026 yang diikuti sekitar 300 Pramuka Penggalang dari 15 kelurahan.

Namun kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul anggota Pramuka. Melalui tema “Pramuka Pelopor Petani Milenial dalam Mendukung Ketahanan Pangan, Gizi, dan Tanggap Bencana“, para peserta diajak memahami pentingnya pertanian, pelestarian lingkungan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai jambore menjadi sarana pembelajaran yang efektif di luar ruang kelas. Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebiasaan baik itu harus dimulai dari hari ini. Apa yang dipelajari hari ini harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Vinanda.

Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kegiatan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah, sekaligus menjadi contoh bagi teman-teman sebayanya.

Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri Adi Sutrisno menjelaskan bahwa Jambore Ranting merupakan agenda rutin yang bertujuan membangun karakter generasi muda melalui penanaman nilai budi pekerti, cinta alam, dan kepedulian sosial.

“Kita ingin menanamkan budi pekerti, cinta alam, dan cinta sosial sejak dini sehingga nilai-nilai tersebut melekat hingga mereka menjadi Pramuka Penegak maupun Pandega,” katanya.

Untuk memperkuat materi pembelajaran, kegiatan melibatkan sejumlah instansi. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyediakan bibit buah-buahan sebagai sarana edukasi pertanian, sementara BPBD Kota Kediri memberikan pembekalan terkait mitigasi dan penanganan bencana.

Tak hanya itu, sekitar 1.000 benih ikan air tawar juga ditebar di kawasan Taman Kleco sebagai bagian dari edukasi ketahanan pangan yang dikemas secara praktis dan menyenangkan bagi peserta.

Ketua Kwarran Pesantren Bustanul Arifin mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk karakter anggota Pramuka yang peduli terhadap lingkungan sekaligus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Tujuannya agar anggota Pramuka di Kecamatan Pesantren dapat menjadi pelopor petani milenial dan juga Pramuka yang tanggap terhadap bencana,” ungkapnya.

Semangat peserta terlihat sejak awal kegiatan. Salah satunya Bima Erlangga, siswa SDN Tosaren 2, yang mengaku antusias mengikuti tari tongkat bersama ratusan peserta lainnya.

“Kegiatannya seru. Tadi ikut main tongkat. Perasaannya senang, bahagia, seru, dan menarik. Nanti siap menerapkan di sekolah dan di rumah,” tuturnya.

Melalui Jambore Ranting Pesantren 2026, Gerakan Pramuka di Kota Kediri berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif dan kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mendukung ketahanan pangan, serta siap menjadi garda terdepan saat menghadapi situasi bencana.