47 Peserta Ramaikan Lomba Tartil dan Cerdas Cermat, Gus Qowim: Terangilah Kota Kediri dengan Al-Qur’an

Bagikan Berita :

KEDIRI — Suasana Gedung Serbaguna Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, tampak semarak pada Sabtu (25/4/2026). Puluhan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) unjuk kemampuan dalam Lomba Cerdas Cermat dan Tartil Al-Qur’an yang digelar antar-TPQ se-kelurahan tersebut.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin hadir langsung menyaksikan jalannya lomba sekaligus memberi semangat kepada para peserta yang tampil penuh percaya diri di hadapan juri dan penonton.

Sebanyak 28 peserta mengikuti lomba tartil Al-Qur’an, sementara 19 tim—masing-masing terdiri dari dua orang—bersaing dalam lomba cerdas cermat. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pemahaman keislaman sejak dini.

Dalam sambutannya, Gus Qowim menegaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam membangun masyarakat yang religius, khususnya dalam upaya memberantas buta baca tulis Al-Qur’an.

“Semangat belajar Al-Qur’an harus terus dijaga, terutama di kalangan generasi muda. Ini bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Kota Kediri bebas buta baca Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung misi tersebut, salah satunya kegiatan penebalan mushaf Al-Qur’an yang melibatkan ratusan siswa SMP di Kota Kediri pada Ramadan tahun lalu.

Di sisi lain, Gus Qowim juga menyoroti tantangan besar di era digital, di mana anak-anak semakin mudah terpapar hiburan sejak bangun tidur. Kondisi ini, menurutnya, menuntut peran aktif orang tua dalam membimbing anak agar tetap dekat dengan nilai-nilai keagamaan.

“Melihat antusiasme anak-anak hari ini, saya optimistis semangat belajar Al-Qur’an di Manisrenggo masih sangat kuat. Ini harapan besar bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para ustadz, ustadzah, serta wali santri yang terus sabar membimbing anak-anak dalam mempelajari Al-Qur’an. Peran keluarga dan pendidik dinilai menjadi kunci dalam mencetak generasi Qurani yang berakhlak.

Dalam pesannya, Gus Qowim mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Terangilah rumahmu dengan bacaan Al-Qur’an, terangilah lingkunganmu, hingga Kota Kediri. InsyaAllah, dengan itu semua, Kediri akan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pesannya.

Kepada para peserta, ia juga mengingatkan bahwa perlombaan bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan keberanian untuk tampil dan proses belajar yang menjadi nilai utama.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kementerian Agama Kota Kediri A. Zamroni, Camat Kota Agus Suharyanto, jajaran TP PKK, akademisi, serta para ustadz dan ustadzah TPQ se-Kelurahan Manisrenggo.

Bagikan Berita :