foto : Wildan Wahid Hasyim

Dari Kubangan ke Jalan Beraspal, TMMD Buka Akses Baru bagi Warga Desa Gadungan

Bagikan Berita :

KEDIRI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri resmi ditutup pada Rabu (11/3). Penutupan kegiatan pembangunan terpadu tersebut berlangsung melalui apel resmi di Lapangan Dusun Sumber Bahagia.

Acara ini dihadiri Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., serta sejumlah undangan dari unsur pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain apel penutupan, kegiatan juga dirangkai dengan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat serta bazar pasar murah.

Dalam amanat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin yang dibacakan Kasdam, disampaikan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, kementerian dan lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Program ini telah berjalan sejak tahun 1980 sebagai bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang masih tertinggal atau terisolasi.

“TMMD merupakan program terpadu yang dilaksanakan bersama masyarakat untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan warga, terutama di wilayah pedesaan yang masih tertinggal, terisolasi, maupun terdampak bencana,” ujar Pangdam dalam amanatnya.

TMMD ke-127 sendiri berlangsung selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, dan dilaksanakan di sejumlah wilayah jajaran Kodam V/Brawijaya, termasuk wilayah Kodim 0809 Kediri.

Kasdam menyebut seluruh sasaran pembangunan di Desa Gadungan berhasil diselesaikan dengan capaian 100 persen, bahkan beberapa di antaranya melampaui target.

Salah satu pembangunan yang menjadi perhatian utama adalah pengerasan hingga pengaspalan jalan desa sepanjang sekitar 1,6 hingga hampir 1,8 kilometer. Sebelumnya, kondisi jalan tersebut berupa tanah berlubang yang kerap menimbulkan kecelakaan bagi warga.

“Dulu kondisinya banyak kubangan dan rawan kecelakaan. Sekarang sudah diperkeras hingga pengaspalan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dengan lebih aman,” jelasnya.

Tidak hanya pembangunan jalan, TMMD juga mencakup berbagai pembangunan fasilitas lainnya. Di antaranya rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan musala, MCK, hingga sejumlah program sosial seperti penanganan stunting, ketahanan pangan, penyediaan air bersih, dan penghijauan.

Kasdam juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan.

“Membangun itu relatif mudah, tetapi menjaga dan merawatnya yang jauh lebih penting. Karena itu masyarakat harus memiliki rasa memiliki terhadap fasilitas yang sudah dibangun,” tegasnya.

Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa turut menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kediri dan TNI dalam pelaksanaan program TMMD tersebut.

Menurutnya, berbagai pembangunan fisik maupun program pemberdayaan yang dilaksanakan melalui TMMD memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Gadungan. Mulai dari perbaikan MCK, pembangunan rumah tidak layak huni, pembangunan musala hingga akses jalan yang sebelumnya bertahun-tahun tidak bisa dilalui kini sudah bisa digunakan,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Dewi juga menyoroti program pemberdayaan masyarakat yang digelar selama kegiatan berlangsung. Beberapa di antaranya berupa pelatihan keterampilan yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah.

Salah satu pelatihan yang diberikan adalah pengolahan makanan seperti nugget dan sosis oleh Dinas Tenaga Kerja.

“Ada pelatihan pengolahan makanan seperti nugget dan sosis dari Disnaker. Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan keterampilan tersebut, minimal untuk konsumsi sendiri atau bahkan dijual sehingga dapat menambah pendapatan,” katanya.

Kepala Desa Gadungan, Purwanto, menyampaikan rasa syukur atas lancarnya pelaksanaan TMMD di wilayahnya. Ia memastikan pemerintah desa bersama masyarakat akan menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun, khususnya akses jalan desa yang kini menjadi jalur penting bagi aktivitas warga.

“Kami akan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas ini. Bahkan rencananya akan dipasang portal dengan batas tonase maksimal empat ton agar jalan tetap awet,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah desa juga berencana menggiatkan kerja bakti masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama karena beberapa wilayah desa rawan banjir.

Manfaat pembangunan tersebut juga dirasakan langsung oleh warga. Salah satunya Yuswanti, warga Desa Gadungan, yang mengaku kini akses transportasi menjadi jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

“Dulu jalannya susah dilalui. Sekarang sudah mulus dan akses ke mana-mana jadi lebih mudah. Kami sangat berterima kasih,” tuturnya.

Ia berharap program pembangunan seperti TMMD dapat kembali dilaksanakan di wilayahnya, terutama untuk memperbaiki saluran air dan akses jalan di beberapa titik yang masih membutuhkan penanganan.

Dengan berakhirnya TMMD ke-127 di Desa Gadungan, diharapkan berbagai hasil pembangunan yang telah dicapai dapat terus dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :