KEDIRI – Peristiwa duka menyelimuti warga Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Seorang anak laki-laki berusia lima tahun, Muhammad Shafwan Hasnawi, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis siang (26/02).
Korban merupakan putra pasangan Nasori dan Fatinatus Yuli. Ia ditemukan pada Sabtu pagi (28/02), sekitar tiga hari setelah dinyatakan hilang. Tubuhnya ditemukan di sebuah bekas kolam ikan sedalam kurang lebih tiga meter yang dipenuhi enceng gondok, tidak jauh dari kediamannya.
Proses pencarian dilakukan secara intensif oleh warga bersama aparat kepolisian dari Polres Kediri Kota. Kapolsek Mojo, IPTU Mahmud Satriawan, menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan sejak hari pertama korban dilaporkan hilang.
“Sejak Kamis kami melakukan pencarian hingga waktu sahur. Hari ini saat tanaman di dalam kolam dibersihkan, tubuh korban terlihat mengapung dalam posisi tengkurap,” ungkap IPTU Mahmud.
Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Indikasi medis mengarah pada penyebab kematian akibat tenggelam. Korban diperkirakan telah berada di dalam air selama beberapa hari sebelum ditemukan.
“Kuku korban membiru dan ditemukan kotoran keluar dari anus. Jenazah sudah dipulangkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga sekaligus pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya balita. Lingkungan sekitar rumah yang memiliki kolam terbuka tanpa pagar pengaman berpotensi menimbulkan risiko serius.
Momentum bulan Ramadan, ketika aktivitas keluarga mengalami perubahan pola, juga menuntut perhatian ekstra dari orang tua dalam mengawasi anak-anak. Kesibukan maupun perubahan rutinitas harian sering kali membuat pengawasan menjadi tidak optimal.
Tragedi ini menjadi refleksi bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab utama orang tua dan lingkungan sekitar. Pengamanan area berbahaya seperti kolam, sumur, maupun saluran air terbuka perlu menjadi prioritas untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Duka mendalam kini dirasakan keluarga korban. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta saling peduli terhadap keamanan lingkungan demi melindungi anak-anak dari potensi bahaya yang tidak terduga.









