KEDIRI – Sabtu pagi (28/2/2026) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Munir, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, terasa sedikit berbeda. Anak-anak yang biasanya belajar bersama guru mereka, kali ini menyambut tamu berseragam loreng. Bukan untuk latihan baris-berbaris, melainkan untuk berbagi cerita tentang cinta tanah air.
Praka Dodik, anggota Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri dari Yonif 512/QY, hadir memberikan materi wawasan kebangsaan kepada para siswa. Kehadirannya menjadi bagian dari program nonfisik TMMD yang bertujuan membangun karakter generasi muda di wilayah sasaran.
Di hadapan puluhan siswa yang duduk rapi, Dodik menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan bahasa sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan keseharian anak-anak, ia menjelaskan arti menghargai perbedaan serta makna Bhinneka Tunggal Ika.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak sejak dini. Dengan memahami wawasan kebangsaan, diharapkan mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki rasa nasionalisme dan semangat menjaga persatuan bangsa,” ujar Dodik.
Suasana kelas pun berlangsung hangat dan interaktif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak berdialog. Beberapa siswa tampak antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan seputar simbol negara, keberagaman budaya, hingga pentingnya hidup rukun.
Bagi para siswa, momen tersebut menjadi pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi langsung dari seorang prajurit TNI yang sehari-hari bertugas menjaga kedaulatan negara.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-127 dari Brigif 16 Wira Yudha, Lettu Inf Sunarno, menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dari program TMMD.
Menurutnya, TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur desa seperti jalan atau fasilitas umum. Lebih dari itu, TMMD juga hadir untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan edukatif.
“TMMD bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat. Melalui materi wawasan kebangsaan ini, kami berharap anak-anak memiliki semangat nasionalisme dan kedisiplinan sejak dini,” kata Sunarno.
Ia menambahkan, generasi muda di desa memiliki potensi besar yang perlu terus didorong agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan cinta tanah air. Penanaman nilai kebangsaan sejak usia sekolah dasar dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa.
Sementara itu, Kepala MI Al-Munir Desa Gadungan, Triono SE, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku bersyukur sekolahnya menjadi bagian dari program edukatif TMMD.
Menurut Triono, kehadiran anggota TNI memberikan warna tersendiri dalam proses belajar mengajar. Anak-anak mendapatkan wawasan baru yang tidak selalu mereka peroleh dalam pelajaran rutin di kelas.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Anak-anak mendapatkan tambahan wawasan tentang nasionalisme dan cinta tanah air yang sangat penting bagi pembentukan karakter mereka,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan selama pelaksanaan TMMD berlangsung. Dengan demikian, para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga penguatan nilai moral dan kebangsaan sebagai bekal masa depan.
Di ruang kelas sederhana itulah, benih-benih nasionalisme ditanamkan. Melalui dialog ringan, cerita inspiratif, dan interaksi hangat, pesan tentang persatuan dan cinta tanah air perlahan meresap dalam benak anak-anak.
TMMD ke-127 di Desa Gadungan pun menunjukkan bahwa membangun desa bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga tentang membangun jiwa dan karakter generasi penerus bangsa.
Bagikan Berita :








